Mahasiswa IPB Sambut Baik Lahirnya Aktuaria di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia
Bogor-Indonesia masih kekurangan tenaga aktuaris dalam bidang industri perasuransian. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia belum banyak merespons kekurangan itu dengan berani membuka program studi tersebut. Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan PTN pertama yang melahirkan program studi aktuaria di Indonesia pada tahun 2016. Hal ini menjadi angin segar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa dan kesehatan yang diprediksi terus meningkat sedangkan tenaga aktuaris rendah.
Rupanya, langkah IPB ini diikuti oleh Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2017 dan akan disusul oleh Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) pada tahun 2018 ini.
“Lebih bagus, karena kompetisi untuk anak-anak yang ingin masuk aktuaria IPB jadi berkurang karena ada juga yang mau masuk UI,UGM, dan ITS. Itu kan bagus, setelah itu kan lulusan aktuaris semakin banyak. Jadi, itu seharusnya menjadi keuntungan bersama karena kita sama-sama memenuhi kekurangan aktuaris di Indonesia,” kata mahasiswa Aktuaria IPB Ardela Maharani saat di Gymnasium IPB pada hari Kamis (8/2) yang menyambut baik akan dibuka nya program studi aktuaria di universitas lain.
Mahasiswa kelahiran 27 November 1998 ini awalnya tertarik untuk masuk dalam bidang kesehatan dan ingin bekerja di rumah sakit. Tetapi, pada akhirnya ia sadar lebih menyukai matematika.
“Aku sukanya matematika, dulu juga pernah juara 1 olimpiade matematika kompetisi sains dan seni. Itu lomba buat sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri khususnya di Malaysia tapi aku gak mau matematika murni karena itu terlalu berat. Pengennya langsung aplikatif bisa langsung kerja jadi ngambilnya aktuaria,” katanya.
Selain itu, alasan ia memilih program studi aktuaria yaitu prospek kerja yang luas dan baru dieksplorasi di Indonesia.
“Sekarang itu, kalau dilihat banyak yang mencari aktuaris-aktuaris walaupun masih fresh graduate. Nah, jadi prospek kedepannya itu sangat luas, karena ini jurusan baru, dan di Indonesia baru dieksplore,” ujar Ardela yang saat ini menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) IPB itu.
Ke depannya, setelah dibukanya program studi aktuaria di beberapa perguruan tinggi di Indonesia ini terkhusus IPB diharapkan mampu memberi manfaat besar serta mampu memenuhi tingginya permintaan tenaga aktuaris di Indonesia.
“IPB kan bekerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). Diharapkan aktuaris IPB ketika lulus sudah ada kelulusan profesi dari PAI nya. Setelah itu bisa langsung terjun ke lapangan mengembangkan bidang apapun termasuk pertanian,” ujarnya. (Ath/Zul)
