IPB Menjadi University of The Year di Payakumbuh
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Payakumbuh atau IKMP melakukan roadshow ke SMA-SMA yang ada di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, akhir Januari lalu. Roadshow ke SMA-SMA ini tergabung dalam kegiatan IPB Goes To School (IGTS) 2018.
IGTS menjadi sebuah kegiatan yang sangat menarik dan dinantikan siswa-siswi SMA/sederajat di berbagai wilayah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan IPB lebih detail kepada siswa-siswi SMA/sederajat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh para mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa daerah yang telah diakui secara resmi oleh IPB.
“Jumlah peserta road show pada tahun ini untuk regional Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota mencapai 2.606 dan jumlah sekolah yang dikunjungi yaitu 21 sekolah. Setiap harinya ada sekitar 20 orang mahasiswa sarjana dan diploma IPB yang terlibat secara langsung mengunjungi sekolah-sekolah tersebut,” ujar Oktobi Yuda, Ketua IKMP.
Antusiasme terhadap kegiatan IGTS tahun ini terbilang sangat tinggi, baik itu dari para pelajar, maupun guru-guru. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai pertanyaan dari siswa-siswi di setiap sekolah yang dikunjungi.
Kebanyakan dari mereka menanyakan tentang jurusan-jurusan di IPB, prospek kerjanya, kehidupan perkuliahan, biaya hidup dan biaya kuliah di Bogor, organisasi di IPB, keunggulan IPB dibandingkan universitas lain, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, dan berbagai pertanyaan lainnya seputar IPB.
Yudi Ariski, siswa kelas XII IPA 1 SMAN 1 Lareh Sago Halaban menyatakan bahwa ia sangat antusias terhadap kegiatan IGTS ini. Kedatangan IPB ke sekolahnya sudah sangat ia tunggu-tunggu. Ia sangat berterima kasih karena IPB telah mengadakan acara road show ini.
“Melalui acara road show ini, pikiran saya semakin terbuka dan sangat termotivasi untuk berkuliah. Saya semakin yakin dan mantap untuk memilih IPB. Saya ingin segera menginjakkan kaki di IPB dan menjadi bagian dari kampus pertanian terbaik Indonesia ini,” ujarnya.
Sedangkan dari guru-guru di setiap SMA yang dikunjungi, mereka menunjukkan respon yang sangat positif dan menyatakan ungkapan terima kasihnya kepada IPB dan mahasiswa Payakumbuh serta Kabupaten Lima Puluh Kota yang berkuliah di IPB. Harapannya kegiatan IGTS ini terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya dan menjadi semakin baik lagi.
Sementara itu, Rahmatul Fajri, mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB angkatan 2017 sekaligus salah satu pelaksana IPB Goes to School 2018 menyampaikan IGTS 2018 ini menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa baginya. Kebersamaan dan ikatan kekeluargaan di antara sesama mahasiswa semakin erat.
“Melihat antusiasme adik-adik di SMA yang sangat tinggi, membuat kami menjadi lebih antusias dan berusaha untuk menyampaikan informasi sebaik mungkin. Dan yang paling utama kami para pelaksana melakukan serangkaian kegiatan IGTS ini dengan ikhlas. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini wawasan adik-adik di SMA menjadi lebih terbuka dan bersemangat mengejar impiannya dan menuntut ilmu di perguruan tinggi,” ujarnya.
Selain itu, tahun ini untuk pertama kalinya IPB Goes To School terlibat secara langsung pada acara “Cafladoepa University Fair”. Cafladoepa University Fair adalah acara expo berbagai kampus di Indonesia yang diselenggarakan oleh SMAN 2 Payakumbuh.
Ada cukup banyak perguruan tinggi yang ikut serta dalam event ini di antaranya Universitas Indonesia, ITB, UNAND, Telkom University, UIN Jakarta, UNDIP, dll. Tiap perguruan tinggi ini mendirikan stand yang dikunjungi oleh para pelajar dari berbagai daerah di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dan yang paling menggembirakan adalah IPB meraih predikat sebagai ‘University of The Year’, sebagai stand teramai dikunjungi oleh para pelajar. Ini menunjukkan bahwa minat para pelajar di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota sangat tinggi terhadap IPB.(**/Zul)
