Peneliti IPB Buat Minuman Fungsional dari Kerang Pisau
Kerang pisau, salah satu jenis moluska dari kelas pelecypoda atau bivalva yang termasuk biota perairan non ikan dengan nilai ekonomis tinggi. Kerang pisau (Solen sp) mengandung antioksidan alami dan 17 asam amino yang terdiri atas sembilan asam amino esensial.
Kerang pisau mengandung 17 asam amino yang terdiri atas sembilan asam amino esensial. Asam amino esensial kerang pisau yang tertinggi adalah leusin sebesar 0,535 persen, lisin 0,502 persen dan valin 0,44 persen. Sedangkan asam amino non esensial yang paling tinggi yaitu asam glutamat sebesar 0,959 persen, asam aspartat 0,583 persen dan glisin 0,391 persen. Kerang pisau juga mengandung taurin yaitu sebesar 0,103 gram per 100 gram. Kerang pisau dapat dijadikan makanan berupa camilan atau makanan ringan yang cukup mahal, sedangkan cangkangnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Prof. Nurjanah, Santia Gardenia Widyaswari dan Kustiariyah Tarman dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) melakukan penelitian mengenai formulasi minuman produk untuk memperoleh manfaat dari minuman kesehatan berbasis kerang pisau.
Penelitian ini dibagi dalam tiga tahapan, yaitu tahap preparasi dan verifikasi bahan baku yang meliputi ekstraksi bahan baku dan penyimpanan, tahap formulasi minuman fungsional, dan tahap uji stabilitas produk. Tim peneliti ini menggunakan bahan baku kerang pisau (Solen sp) yang diperoleh dari perairan pantai Cirebon, Jawa Barat. Bahan-Bahan tambahan untuk formulasi yaitu jahe, asam Jawa, palm sugar, maltodekstrin, karagenan dan bahan kimia untuk uji proksimat, dan uji aktivitas antioksidan.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, peneliti ini menemukan pada formulasi tahap pertama ini diperoleh 2 perlakuan formulasi minuman fungsional yang terbaik berdasarkan uji organoleptik. Minuman fungsional tersebut terlebih dahulu dilarutkan ke dalam 150 miligram air dengan suhu 70-90 derajat celsius. Dua formulasi yang terbaik adalah minuman fungsional yang mengadung kerang pisau 0,20 dan 0,24 gram.
“Berdasarkan hasil rata-rata penilaian panelis, secara organoleptik semua formula dapat diterima. Hal itu disebabkan karena rasa amis dan bau anyir dari kerang pisau dapat dinetralisir oleh jahe. Selain itu, jahe kering dengan kandungan shogaol dan zingeron menyumbangkan rasa pedas. Rasa pedas dan asam ini diduga memberikan citarasa yang enak dalam formula minuman fungsional menyebabkan nilai organoleptiknya berada pada kisaran disukai oleh panelis,” ujarnya. (IRM/ris)
