IPB Turut Serta Teliti Perikanan di Raja Ampat

IPB Turut Serta Teliti Perikanan di Raja Ampat

ipb-turut-serta-teliti-perikanan-di-raja-ampat-news
Berita

Raja Ampat selalu jadi daya tarik bagi penggiat selam, konservasi dan peneliti. Daerah dengan biodiversitas laut yang tertinggi di dunia ini menjadi magnet bagi banyak orang di Indonesia bahkan di dunia. Peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan University of Rhode Island (URI) melakukan kajian di Raja Ampat pada bulan Januari 2018 ini.

Penelitian dengan judul Animal Biotechnology and Coral Reef Fisheries (ANBIOCORE) didanai oleh USAID lewat skema USAID SHERA. Peneliti dari IPB, Dr. Hawis Madduppa, mengatakan penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat aktivitas perikanan terumbu karang dan kaitannya dengan daerah perlindungan laut di Raja Ampat. Skema penelitian ini juga melibatkan tiga perguruan tinggilainnya, yakni Universitas Udayana Bali, Universitas Mataram Lombok, dan Universitas Papua Manokwari.

“Kami menemukan hal menarik di Raja Ampat. Sumberdaya ikan masih terjaga, terutama di daerah perlindungan laut dan daerah yang sering dikunjungi turis,” ujar Dr. Hawis Madduppa yang juga Kepala Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan IPB ini.

Dikatakannya, pada kesempatan ini dilakukan juga penelitian terkait Environmental DNA (E-DNA) dan isi perut ikan untuk investigasi jenis-jenis apa saja yang ada di terumbu karang serta mengetahui jajaring makanan yang berguna dalam pengelolaan perikanan di masa mendatang.***