Temu Para Pemulia Berbagai Negara di IPB
Perhimpunan Ilmu Permuliaan Indonesia (PERIPI) bekerja sama dengan Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan seminar yang membahas pemanfaatan sumberdaya genetik untuk perbaikan produktivitas dan kualitas tanaman, ternak, dan ikan. Kegiatan ini bertempat di IPB International Convention Center (IICC) Bogor (2-3/10).
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB, Dr. Nurhayati mengatakan seminar ini bukan saja sebagai media silaturahmi para pemulia, tetapi juga sebagai cerminan komitmen dan kepedulian organisasi profesi PERIPI terhadap pembangunan nasional khususnya pembangunan pertanian dalam arti luas. Selain itu, seminar nasional kali ini juga memiliki nilai strategis, karena dirangkai dengan seminar internasional sehingga pemikiran konstruktif dari para pemulia internasional dapat memberikan pencerahan kepada seluruh peserta seminar.
Dikatakannya, peran pemulia (breeder) telah banyak terlibat dalam merakit varietas tanaman, benih atau bibit ikan, dan ternak unggul. Peran para pemulia dalam mewujudkan revolusi hijau dan swasembada pangan tidak diragukan lagi di banyak negara. Revolusi hijau adalah pengejawantahan dari kemajuan ilmu pengetahuan di bidang pemuliaan tanaman.
“Sebagai contoh, IPB telah menghasilkan varietas unggul padi IPB 3S yang kemudian dirakit paket teknologi yang disebut IPB Prima. Paket teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi menjadi tujuh ton Gabah Kering Giling (GKG), bahkan di beberapa tempat mencapai sembilan ton GKG. Ke depan, peran pemulia tentunya akan lebih besar lagi, terutama dalam mewujudkan kemandirian dalam perbenihan atau perbibitan untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
President of the Indonesian Breeding Sciences Society, Prof. Dr. Ismeth Inounu mewakili Ketua PERIPI menyampaikan PERIPI didirikan pada tahun 1976 oleh sejumlah peternak dalam sebuah seminar di Lembang, Bandung. Tujuan PERIPI adalah untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan perkembangbiakan di Indonesia. Ini berarti bahwa PERIPI bersama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan dilibatkan dalam pengelolaan sumberdaya genetik, pengembangan sains perkembangbiakan, pengembangan sumberdaya manusia, membangun sistem dan peraturan yang diperlukan untuk kemajuan pemuliaan, serta mempromosikan hasil perkembangbiakan agar bermanfaat bagi Komunitas. Saat ini jumlah anggota PERIPI sekira seribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari peneliti, akademisi, praktisi, birokrat dan pengamat. Anggota diorganisir dalam 18 Regional Commissariats.
Acara dirangkai dengan pemaparan dari para pembicara, diantaranya Prof. Dr. Bunjamin Tar’an (University of Saskachewan, Canada); Prof. Ghizan Bin Saleh (University of Putra Malaysia); Prof. Dr. Sobir (Institut Pertanian Bogor), Ir. Asep Harpenas (PT East West Seed Indonesia); dan Dr. Jocelyn E. Eusebio, Philippine Council for Agriculture, Aquatic and Natural Resources Research and Development (PCAARRD).
Peserta seminar sekira 250 orang, terdiri dari peneliti, pemulia di lembaga penelitian pemerintah dan swasta serta mahasiswa dari dalam dan luar negeri. Seminar ini juga di dukung oleh sejumlah sponsor, diantaranya PT. Alphasains, PT. East West Seed Indonesia, PT. BISI Internasional Tbk., PT Sampoerna Agro Tbk., PT. Astra Agro Lestari Tbk, Bank Indonesia, dan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (Awl)
