Peneliti IPB Deteksi Keaslian Olahan Ikan Tuna
Ikan tuna merupakan komoditi perikanan terbesar kedua di Indonesia setelah udang.Permintaan ikan tuna yang tinggi dan semakin terbatasnya stok ikan tuna terutama bluefintuna mengakibatkan maraknya pemalsuan. Pembuktian sangat diperlukan untuk meyakinkankonsumen tentang keakuratan pelabelan serta menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Oleh sebab itu, Nuring Wulansari dari Direktorat Pengawasan Sumberdaya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Mala Nurilmala dan Nurjanah dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) melakukan penelitian untuk mendeteksi keaslian produk olahan ikan tuna.
Pada percobaannya, peneliti ini melakukan autentikasi (pembuktian) berdasarkan protein dan DNA barcoding.DNA barcoding menggunakan cytochrome b (cyt b) dari DNA mitokondria sebagai gentarget. Primer gen cyt b dirancang berdasarkan tuna spesies. Penelitian tak lain bertujuanuntuk mengidentifikasi keaslian ikan tuna dan produk olahannya melalui protein metodeSDS-PAGE dan teknik DNA barcoding.
Tahapan penelitian ini yaitu elektroforesis proteinmelalui SDS-PAGE, ekstraksi DNA, PCR amplifikasi, elektroforesis, dan sekuensing.Sampel yang diuji berupa ikan segar (Tu1, Tu2, Tu3, Tu4, dan Tu5), dan olahan ikan tuna (kalengdan steak) berhasil diekstraksi.Ikan tuna segar diperoleh dari Muara Baru, dan produk olahan tuna berupa tuna kaleng dan steak tuna diperoleh dari supermarket di daerah Bogor.Hasil SDS-PAGE membuktikan kerusakan protein padaolahan ikan tuna, sehingga metode ini tidak tepat jika digunakan untuk mengidentifikasikeaslian ikan tuna.
Dari hasil elektroforesis PCR, peneliti ini menemukan bahwa sampel ikan tuna, tunakaleng, dan steak tuna berhasil teramplifikasi pada rentang antara 500–750 bp, hal inisesuai dengan DNA target yaitu sebesar 620 bp. Hasil sekuen diperoleh bahwa Tu2, Tu3,Tu4 dan Tu5 teridentifikasi sesuai hasil morfometrik yaitu T. albacares, sedangkan Tu1teridentifikasiT. obesus dengan tingkat homologi sebesar 99%. Hal ini memiliki arti bahwa olahan steak tuna dantuna kaleng teridentifikasi sebagai T. albacares, hal ini sesuai dengan yang tertera padalabel yaitu tuna.(IR/Zul)
