SNI Food Lovers, Gagasan Mahasiswa IPB untuk Solusi Pengembangan UMKM
Standardisasi produk di Indonesia sangatlah diperlukan. Direktorat Standardisasi Produk Pangan merupakan satu dari lima unit pelaksana teknis yang ada pada Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI. Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kepala Badan POM Nomor 02001/SK/KBPOM tanggal 26 Februari 2001, Direktorat Standarisasi Produk Pangan mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengaturan dan standardisasi produk pangan.
Fakta bahwa sebagian besar produk pangan lokal diproduksi dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perlu adanya perhatian khusus terkait kualitas produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) IX Tahun 2008 menunjukkan beberapa permasalahan mengenai keamanan pangan di UMKM pangan yang belum memadai dan perlu dibenahi, khususnya yang terkait dengan mutu sumberdaya manusia (SDM), penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan untuk pangan, serta fasilitas dan teknologi.
Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya pemberdayaan bagi UMKM di seluruh Indonesia. Pemberdayaan UMKM dimulai dengan menguatkan konstruksi keamanan pangan produk yang dihasilkan. Tindakan yang dapat ditempuh untuk menguatkan konstruksi keamanan pangan UMKM misalnya dengan menyelenggarakan asistensi teknis ke pemerintah daerah, meningkatkan jumlah dan kompetensi tenaga inspektur, penyuluh, dan pendamping keamanan pangan, serta pemberdayaan sumberdaya lokal. Setelah menguatkan konstruksi keamanan pangan UMKM, langkah selanjutnya adalah dengan mendemonstrasikan praktik-praktik yang baik dalam menjalankan UMKM.
Oleh karena itu, diperlukan investasi berupa keahlian dan keterampilan sesuai UMKM yang dijalankan, meningkatkan kepatuhan pemenuhan persyaratan, dan mengkomunikasikan risiko dengan instansi pembina. Setelah kedua aspek tersebut dijalankan diharapkan daya saing produk UMKM dapat meningkat, yang dicirikan dengan produk aman dan bermutu, memenuhi persyaratan pasar global, dan mampu membangun daya penerimaan konsumen. Pada akhirnya, pemberdayaan UMKM diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal dan memperluas lapangan kerja.
Banyaknya UMKM yang bergerak di sektor pangan dilengkapi dengan standardisasi produk yang dihasilkan merupakan perpaduan yang efektif untuk bisa menjadikan produk dalam negeri menjadi produk unggulan serta produk yang diminati oleh masyarakat. Namun, perlu adanya suatu strategi khusus yang akan menjadikan masyarakat mengetahui bahwa produk pangan dalam negeri yang ber-SNI adalah produk yang masyarakat cari, sehingga masyarakat kemudian tertarik untuk selalu menggunakan produk pangan tersebut. Permasalahan ini rupanya telah menarik perhatian Ana Fitrotunnisa, mahasiswa Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sangat konsen terhadap UMKM. Mahasiswa ini telah beberapa kali menjuarai lomba essay tingkat nasional dengan mengangkat tema kepedulian terhadap pengembangan UMKM. Strategi yang ia berikan untuk permasalahan UMKM satu ini adalah dengan SNI Food Lovers. Ide ini ia sampaikan dalam perlombaan essay di Universitas Lampung yang berhasil membawanya menjadi juara 1 tingkat nasional.
SNI Food Lovers merupakan suatu strategi yang meliputi standardisasi dan labelisasi produk UMKM yang telah berstandar. Definisi utama SNI Food Lovers yaitu standardisasi dan labelisasi. Labelisasi dilakukan dengan memberikan label pada produk UMKM yang telah terstandardisasi. Label ini menjadi tanda bahwa produk UMKM tersebut telah terstandardisasi. Adanya label ini akan mempengaruhi tingkat penerimaan masyarakat.
SNI Food Lovers definisi kedua yaitu suatu program peningkatan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri yang berstandar melalui pembuatan kebijakan standardisasi produk seluruh UMKM di Indonesia. Kolaborasi antar definisi SNI Food Lovers serta pihak-pihak yang terkait akan menjadikan sektor UMKM berkembang pesat dengan produk yang berdaya saing global, sehingga stabilitas ekonomi nasional bisa terjaga untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.(Kho/NM)
