Mahasiswa IPB Kenalkan Pertanian pada Anak Perkotaan
Lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melakukan pengenalan urbanfarming dengan media buku pop-up berteknologi autoaudio pada anak daerah perkotaan agar menarik. Langkah ini dilakukan mengingat, buku memiliki peranan penting dalam perkembangan anak, karena buku akan memberikan peluang dan ruang tak terbatas untuk mengembangkan kecerdasan bagi anak. Dengan membaca buku, tidak hanya kosa kata anak yang akan bertambah, tetapi juga dapat mengembangkan aspek intelektual lain dalam diri anak. Pemilihan bacaan yang berbobot dan sesuai dengan perkembangan anak akan menciptakan pribadi yang gemar membaca serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
Minat baca anak-anak di Indonesia masih rendah, terutama pada anak-anak yang tinggal di wilayah jauh dari perkotaan. Sebuah data yang cukup mengkhawatirkan disajikan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). UNESCO menyatakan bahwa anak-anak di Indonesia usia sekolah mengalami tragedi nol buku, artinya tidak ada buku yang dibaca oleh rata-rata anak sekolah usia 6-18 tahun selama satu tahun. UNESCO telah melakukan survei tingkat minat baca anak dengan melihat jumlah bacaan buku referensi di seluruh negara di dunia. Berdasarkan hasil survei, anak-anak di Indonesia hanya mambaca 27 halaman buku per tahun. Dengan kata lain, anak-anak usia sekolah di Indonesia hanya mampu membaca satu halaman buku selama 15 hari.
Buku memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Selain ilmu pengetahuan, informasi dan hiburan juga dapat diperoleh dari buku. Oleh karena itu, buku merupakan suatu hal esensial bagi lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Indonesia yang merupakan negara dengan potensi agraria tinggi saat ini kurang menyajikan informasi mengenai modernisasi di bidang pertanian seperti urban farming. Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di bidang pertanian. Negara ini dikaruniai dengan keragaman sumberdaya alam dan hamparan lahan pertanian yang luas. Namun, proses globalisasi yang terjadi di daerah-daerah mengubah lahan pertanian menjadi lahan perkotaan. Deretan gedung besar berdiri, sehingga sulit ditemukan tanah lapang pada daerah perkotaan. Oleh karena itu, teknik urban farming pada daerah perkotaan diharapkan dapat membantu ketersediaan bahan pertanian.
Teknik urban farming pun dapat menggunakan segala jenis media tanam. Salah satu teknik urban farming adalah teknik hidroponik, yaitu suatu solusi bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan sebagainya. Hidroponik memiliki banyak kelebihan dari bertani secara konvensional. Kelebihan teknik hidroponik adalah produksi tanaman persatuan luas lebih banyak, tanaman tumbuh lebih cepat, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit, masalah penyakit tanaman dan hama dapat dikurangi, serta dapat menanam di daerah yang sulit ditanami seperti di lingkungan tanah yang miskin hara dan berbatu.
Potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia melimpah yang dimiliki Indonesia haruslah optimal. Nilai-nilai ketertarikan kepada pertanian terlebih pada pertanian modern harus dimiliki sejak dini. Hal ini bisa ditanamkan melalui gemar membaca buku-buku pertanian sejak masih anak-anak. Aktivitas membaca anak yang dimulai dari usia dini akan melekat hingga mereka dewasa, sehingga untuk menumbuhkan pribadi anak yang gemar membaca dan mengenal pertanian sejak dini perlu didukung dengan ketersediaan buku yang menarik dan mudah dibaca oleh anak-anak.(KHO/NM)
