Mahasiswa IPB Deklarasikan Diri sebagai Generasi Muda Zakat

Mahasiswa IPB Deklarasikan Diri sebagai Generasi Muda Zakat

mahasiswa-ipb-deklarasikan-diri-sebagai-generasi-muda-zakat-news
Berita

Mahasiswa IPB Deklarasikan diri sebagai generasi Muda Zakat. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan zakat dan menggerakkan pembangunan ekonomi sesuai dengan syariat Islam di kalangan generasi muda. Deklarasi ini diucapkan bertepatan dengan digelarnya acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ke-16 dan Tasyakuran Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB. Acara digelar di IPB International Convention Center, 16/5.  Deklarasi tersebut membuktikan komitmen mahasiswa IPB departemen ilmu Ekonomi Syariah untuk siap berkiprah membangun ekonomi yang sesuai dengan syariat Islam. 

Kiprah Mahasiswa untuk mengembangkan ekonomi syariah direspon positif oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Perwakilan BAZNAS, Nana Mintarti  menyampaikan kepada mahasiswa yang hadir untuk tidak ragu menjadi amil zakat. "BAZNAS saat ini sedang  menyusun standar kualifikasi nasional untuk profesi amil zakat. Insya Allah amil zakat akan menjadi satu pilihan lapangan kerja. Jadilah Amil zakat profesional dan kompeten.Para alumni ekonomi syariah tidak melulu di perbankan, perzakatan menunggu kiprah para alumni ekonomi syariah. Kami menanti para pemikir dalam kiprahnya untuk umat, " ujarnya.

Terkait Dies  FEM IPB dan Tasyakuran Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Prof. Dr. Ir. Yusman Syaukat, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB menyampaikan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB sejak berdiri tahun 2001 hingga kini telah memiliki jumlah mahasiswa sarjana mencapai 3200 orang merupakan kedua terbesar setelah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB. "Dengan disahkannya program studi Ilmu Ekonomi Syariat menjadi Departemen Ilmu Ekonomi Syariah maka pengembangan ekonomi syariah akan memiliki kapasitas dan kewenangan lebih besar terutama dalam keilmuannya.

Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, MSc menyampaikan,  nilai-nilai dan karakteristik  ekonomi syariah menjadi bagian yang sangat penting dal am perkembangan ilmu pengetahuan. Keberadaan Ilmu E konomi Syariah diharapkan mampu mengatasi per soalan perekonomian yang sangat rentan terhadap kr isis, tingkat kerusakan yang tinggi dan kesenjangan yang se makin tinggi antara negara kaya dan negara miskin ataupun  antar kelompok masyarakat kaya dengan kelompo k masyarakat miskin.

Hal ini menjadi tantangan bagi  Institut pertanian Bogor (IPB), yang selama ini dikenal sebaga i perguruan tinggi berbasis pertanian, dimana praktik ekon omi dan keuangan syariah bukan sesuatu hal yang baru di  bidang pertanian karena sudah diterapkannya sistem  ba gi hasil di masyarakat. Begitu juga den gan istilah zakat dan wakaf merupakan isti lah yang sangat erat dengan masyarakat petani di Indonesia. Sistem keuangan syariah yang berdasarkan bagi  hasil dan notabene merupakan bagian dari ekonomi  syariah, merupakan salah satu alternatif pembiayaan per tanian yang lebih berkeadilan.

Tantangan ini tentu saja tidak  hanya disikapi dengan ketersedian sumber daya manusi a saja, akan tetapi juga kepada pengembangan keilmuan e konomi syariah itu sendiri. Oleh karenanya IPB melalui usa ha memadukan beberapa dasar dan cabang ilmu ekonomi syariah dalam bentuk divisi bidang ilmu tela h mendirikan Departemen Ilmu Ekonomi Syariah di lingku ngan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, yang telah disetujui oleh Rapa t pleno Senat Akademik IPB pada  tanggal 21 April 2017 lalu.

Gubernur Jawa Barat, Dr.Ahmad Heryawan mendukung dengan ditetapkannya ilmu Ekonomi syariah menjadi Departemen. "Ini bukti keberpihakan kampus milik negara, untuk menghadirkan Indonesia lebih maju di masa depan.

Hal  penting disampaikannya bahwa perekonomian syariah bersumber dari wahyu Allah. Ekonomi Syariah insya Allah akan berhasil memajukan ekonomi bangsa. "Ini konsep cinta kepada negeri, " ucapnya.  Lebih lanjut disampaikannya, ekonomi syariah mengatur distribusi, ekonomi dalam bentuk amalan wajib, amalan sunnah. Sedangkan Ekonomi kapitalis tidak menganut distribusi ekonomi, diserahkan kepada individu masing-masing.  Selain itu ia tambahkan bahwa role model ekonomi syariah dapat menegakkan supremasi hukum, meningkatkan daya beli, mendistribusikan harta baitul mal secara tepat, membangun infrastruktur, transportasi, reforma agraria dan sebagainya.

Demikian juga dukungan disampaikan oleh Deputi Ekonomi Bappenas RI, Leonard Tampubolon. Ia mengatakan, " Selama 25 tahun terakhir industri pengembangan  perbankan syariah berkembang pesat. Selain itu 5 persen pangsa pasar, potensi besar untuk pengembangan nasional.  Dukungan juga berupa pemerintah membentuk komite keuangan syariah, namun industri tidak cukup berkembang pada keuangan syariah saja. Selamat pada IPB, mari kita kerjasama untuk mengembangkan industri Ekonomi Syariah di Indonesia."

Hadir  tokoh-tokoh Ekonomi Syariah negeri ini diantaranya Prof. Didin Hafidhuddin, Ustad Yusuf Mansur, Direktur Bank Syariah Mandiri, Putu  Rahwidhiyasa, Direktur Utama Paytren, Hari Wibowo, General Manager  Funding BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari. (dh)