In Memoriam Sang Pejuang Jamu

In Memoriam Sang Pejuang Jamu

in-memoriam-sang-pejuang-jamu-news
Berita

Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan kegiatan “In Memoriam of Prof. Dr. Ir. Latifah K. Darusman, MS (IMLD)”, Selasa (5/4), di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian IPB, Kampus IPB Darmaga Bogor. IMLD adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengenang dan melanjutkan cita-cita dan semangat almarhumah Prof. Latifah dalam bidang biofarmaka termasuk jamu tradisional Indonesia,  untuk kemajuan dan kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia.

Ketua panitia IMLD, Prof. Dr. Dyah Iswantini yang juga Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB, menyampaikan Prof. Latifah merupakan pendiri Pusat Studi Biofarmaka (PSB) LPPM IPB pada tahun 1998, sekaligus sebagai Kepala PSB LPPM IPB dari tahun 1998-2014. Selain itu juga Prof Latifah tercatat sebagai Kepala Divisi Kimia Analitik Departemen Kimia FMIPA IPB; dan sebagai Dewan Penasihat Trop BRC tahun 2014-2016. “Ia adalah sosok ibu, pemimpin, pejuang dan pengayom yang luar biasa hebat dalam memperjuangkan jamu dan obat herbal di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Capaian luar biasa yang ditorehkan oleh Prof. Latifah diantaranya bekerjasama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI hingga menghasilkan deklarasi bersama bahwa “Jamu adalah brand Indonesia”; menyelenggarakan “Gelar Kebangkitan Jamu Indoneisa”; menyelenggarakan “The First International Symposium on Temulawak (ISTI)” bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Universitas Yonsei Korea serta Gabungan Pengusaha Jamu. Prof. Latifah juga menginisiasi terselenggaranya Seminar Nasional Aspek Budaya, Kebijakan dan Filosofi Sains Jamu Tradisional, dalam workshop Jamu Informatics.

Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto mengatakan IPB kehilangan sosok panutan, pendidik, peneliti, pengabdi, sosok yang enerjik dan penuh semangat yang berdedikasi tinggi untuk kemajuan keilmuan bidang jamu herbal atau tradisional. “Prof Latifah secara terus-menerus melakukan kegiatan yang sangat penting dalam membina dosen-dosen muda, mengembangkan jejaring, merumuskan kajian-kajian yang sangat penting untuk pengembangan biofarmaka di tanah air kita,” terang rektor.

Prof. Latifah lahir di Kuningan Jawa Barat pada tanggal 24 Agustus 1953, tutup usia pada tanggal 5 November 2016. Tampak hadir dalam acara ini diantaranya Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB Prof. Dr. M. A Chozin; Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB, Prof. Dr. Muh. Yusram Massijaya; Kepala LPPM IPB Dr. Prastowo; para dekan, wakil dekan, para Ketua Departemen, para kepala pusat, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan di lingkungan IPB. (Awl)