Kuliah Umum Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI di IPB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (2/3) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Tema yang diangkat dalam kuliah umumnya adalah "Kemaritiman untuk Kedaulatan Bangsa“.
Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto menyampaikan bahwa kemaritiman merupakan kompetensi utama IPB dan harus terus dikembangkan. Dikatakannya, selain kuat di bidang pertanian, IPB juga memperkuat inovasi di bidang perikanan dan kelautan, berbagai inovasi baik dalam bentuk inovasi kebijakan dan teknologi serta pengembangan keilmuan kelautan.
IPB telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen Nasional Ocean Policy, kebijakan nasional dalam Bidang Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (EAFM), kebijakan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) kelautan dan perikanan di Bidang Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Budidaya perikanan, Teknik Penangkapan Ikan, Teknologi Pemanfaatan Bioresources Perairan, Biologi Kelautan, Instrumentasi Kelautan dan lain sebagainya.
Dalam kesempatan ini, rektor menyampaikan terimakasih dan penghargaan bahwa IPB dapat menjadi bagian dalam setiap pengambilan keputusan. Menurut rektor, dalam setiap keputusan seyogyanya para pengambil keputusan harus berlandaskan pada basis science yang kuat dan data yang valid.
“Jiwa dan cara pandang maritim harus tumbuh dan mengalir di segenap sanubari anak bangsa. Sikap dan aktivitas harus mencerminkan perilaku yang mendalami prinsip-prinsip kemaritiman. Untuk itu, pembangunan maritim tidak boleh terhenti hanya pada prinsip keberlanjutan dalam segi kepemimpinan dan ekonomi,” ujar rektor.
Dalam kuliah umumnya, Menko Bidang Kemaritiman menegaskan bahwa pendidikan merupakan kata kunci. Sebagai orang yang besar dengan baret merah, ia sangat percaya akan kerja teamwork. Namun menurutnya, tidak cukup hanya pendidikan. Kunci lainnya adalah hati dan kerja tim.
Lebih lanjut disampaikannya, bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara utama maritim dunia karena letaknya yang strategis. Prioritas pemerintah di bidang kemaritiman di tahun 2017 adalah sampah yang merusak laut Indonesia. “Sampah menjadi isu pemerintah sekarang. Pariwisata bahari Indonesia juga terganggu dengan banyaknya sampah. Tidak hanya itu, isu lainnya adalah perhubungan transportasi dan logistik, pariwisata mandalika Borobudur dan Danau Toba, kelautan dan perikanan, energi dan sumberdaya mineral. Oleh karena itu, visi IPB sudah amat sesuai dengan kebutuhan Indonesia untuk mengurangi kesenjangan memperkuat pertumbuhan ekonomi dan kesinambungan ekonomi dalam jangka panjang.(dh)
