Panen Perdana Butternut Squash dan Kedelai Edamame Petani Binaan IPB

Panen Perdana Butternut Squash dan Kedelai Edamame Petani Binaan IPB

panen-perdana-butternut-squash-dan-kedelai-edamame-petani-binaan-ipb-news
Berita

Direktorat Kajian Strategis dan  Kebijakan Pertanian (KSKP) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Forum Petani Butternut Squash Indonesia (FPBSI) mengembangkan model atau percontohan “Pemanfaatan Lahan Produktif dengan Produk Pertanian yang Bernilai Tinggi”. Panen perdana dilakukan pada Jumat (28/1) di Desa Cipandawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Ketua pelaksana yang juga Kasubdit Kajian dan Program Aksi KSKP IPB, Handian Purwawangsa, S.Hut, M.Si mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan serta meningkatkan pendapatan petani dan mendukung program kedaulatan pangan. Kerjasama ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada petani setempat agar tertarik menaman jenis kedelai edamame dan labu butternut squash. “IPB akan berperan sebagai pendamping, baik pendampingan teknis maupun pemasaran,” ujarnya.

Dikatakannya, model usaha yang dikembangkan adalah budidaya labu butternut squash jenis tiana dan jeklin, serta kedelai edamame yang merupakan kedelai asal Jepang. Kegiatan dilakukan pada lahan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani  Insan Budi Teladan, dengan luas lahan yang dipergunakan sebagai model adalah dua ribu meter persegi.

Butternut squash dengan bentuk seperti bohlam memiliki rasa yang manis dengan tekstur lembut mengandung serat yang tinggi, dapat dikonsumsi langsung setelah dikukus atau sebagai bahan campuran membuat aneka kudapan seperti bakpia, kue bolu atau kue kering. Buah ini juga berkhasiat untuk kesehatan karena mengandung serat tinggi, betakaroten, vitamin A dan vitamin B kompleks. Selain itu, labu butternut squash juga diketahui sangat aman bagi penderita kencing manis serta mampu meningkatkan kadar zat besi di tubuh bagi penderita.

Direktur KSKP IPB Dr. Dodik Ridho Nurrochmat mengatakan KSKP IPB  ingin membuat gerakan peduli pertanian. ”Sektor pertanian merupakan peluang bisnis yang  sangat menjanjikan kalau dikelola dan digeluti secara profesional,” ujarnya.

Ketua FPBSI, Reza Ali Akbar mengatakan, dengan dikembangkannya model percontohan ini adalah agar petani tertarik menanam jenis kedelai edamame dan labu butternut squash. Dengan demikian  memberikan alternatif pilihan komoditas pertanian, sehingga para  petani bisa menghasilkan tambahan lebih dari produk yang ditanam sebelumnya seperti menanam padi,” tutur mahasiswa angkatan ke-47 dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian (Faperta) IPB ini.

Turut hadir dalam panen perdana ini diantaranya Kepala Desa Cipandawa, Kasubdit Kebijakan Pertanian KSKP IPB Dr. Abdjad Asih Nawangsih dan para petani. Dalam kesempatan ini juga digelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang keberlanjutan kemitraan ke arah yang lebih baik.(Awl)