IPB dan CIFOR Kembali Tandatangani Kerjasama Bidang Kehutanan
The Center for International Forestry Research (CIFOR) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) telah melakukan kerjasama sejak tahun 1997. Kerjasama tersebut telah memberikan kontribusi untuk ilmu pengetahuan dan pembangunan di Indonesia. Saat ini IPB dan CIFOR kembali melakukan pembaharuan perjanjian kerjasama untuk memperluas kerjasama bilateral yang ada antara kedua lembaga hingga November 2021.
Kolaborasi yang sedang berlangsung antara CIFOR dan IPB akan membekali Indonesia dengan pengetahuan baru tentang hutan dan ilmu pengetahuan wilayah kerjasama meliputi pertukaran dosen dan professor serta melakukan proyek penelitian bersama. Secara khusus, kedua lembaga telah berbagi pengetahuan dan praktik yang berhubungan dengan lanskap dan hubungan antara pengelolaan hutan dangan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Untuk pembaharuan kemitraan ini, Direktur Jenderal CIFOR, Dr. Peter Holgrem dan Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, menandatangani nota kesepahaman (17/2) di Kampus IPB Darmaga, Bogor.
Rektor mengatakan bahwa IPB sebagai perguruan tinggi riset memiliki 21 pusat penelitian dengan agenda penelitian yang berfokus pada pangan, energi, lingkungan, pengentasan kemiskinan, dan biomedis. World University Ranking QS Terbaru Ranking 2016 by Subject: Pertanian & Kehutanan telah menempatkan IPB di Top 100 World Class University.
Lebih lanjut rektor mengatakan, kehutanan telah menjadi bagian penting dari pembangunan Indonesia khususnya yang berkaitan dengan kontribusi ekonomi dan jasa lingkungan atau mata pencaharian masyarakat, keanekaragaman hayati, ekosistem dan industri berbasis kehutanan. Selain itu masih menjadi tantangan yang harus ditangani dalam hal kelestarian hutan sehubungan dengan etika dan tata kelola, produktivitas dan konservasi, konsumen dan pasar, kemitraan sosial dan lokal, dan lain-lain.
Dari perspektif ilmu, dikatakan rektor, penelitian kolaboratif merupakan suatu kebutuhan untuk melakukan penelitian yang melibatkan peneliti Indonesia dan peneliti internasional pada aspek terkait ilmu pengetahuan dan kebijakan. Kegiatan bersama diharapkan dapat memberikan kebijakan pengetahuan dan untuk mendukung agenda prioritas pembangunan nasional baru-baru ini, seperti restorasi lahan gambut, hutan kemasyarakatan, energi baru dan terbarukan, serta pembangunan pedesaan.
“Terlepas dari karya kolaboratif, kami sangat mengapresiasi jika peneliti CIFOR bisa terlibat dalam mengajar di IPB dan membimbing mahasiswa pascasarjana. Kami juga menyambut mahasiswa internasional melakukan penelitian dan magang di CIFOR yang terdaftar sebagai IPB International Student,” papar rektor.(dh)
