PKSPL IPB Gelar Konferensi Internasional ICM MBT
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Konferensi Internasional Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology 2016 (ICM-MBT 2016) di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Selasa-Rabu (29-30/11).
Kegiatan yang merupakan rangkaian Dies Natalis IPB ke-53 dan Dies Natalis PKSPL ke-20 ini hasil kerjasama dengan RARE sebagai co-host, dan didukung oleh Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia; Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA); Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB; Sekolah Pascasarjana IPB, Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Lautan (SPL) IPB; Coral Triangle Innitiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF); Hatfield Indonesia; dan Conservation International Indonesia (CI-Indonesia).
Dekan FPIK IPB, Dr. Luky Adrianto mengatakan IPB melalui PKSPL IPB telah mengembangkan teknik yang sangat besar sejak 1990 dalam menangani pengelolaan pesisir dan laut sumberdaya alam, bioteknologi pesisir dan laut, pesisir dan perencanaan tata ruang laut, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pengurangan polusi pesisir dan laut serta mitigasi, transportasi maritim dan manajemen pelabuhan, serta aspek sosial dan ekonomi.
Dikatakannya, PKSPL IPB telah ditunjuk oleh PEMSEA sebagai ICM Learning Centre untuk Indonesia. Mengembangkan alat ilmiah adalah salah satu tugas utama dari pusat belajar ICM, dan untuk membantu dalam mengembangkan pusat-pusat pembelajaran ICM lokal di setiap situs lokal di seluruh negeri. Dalam skema regional, PKSPL IPB telah terlibat dalam berbagai skema dan program yang terkait dengan pengelolaan dan pengembangan pesisir dan kelautan regional.
Direktur PKSPL LPPM IPB, Dr. Ario Damar menyampaikan, pengelolaan pesisir terpadu (ICM) telah diakui sebagai pendekatan yang paling efektif dalam mengelola wilayah pesisir dan laut pada dua dasa warsa terakhir. Praktik-praktik ICM di wilayah Indonesia dan negara-negara lainnya telah memberikan banyak pelajaran, baik dalam konteks keberhasilan ataupun kegagalan dalam proses pelaksanaannya.
ICM-MBT 2016 adalah forum bagi para pemangku kepentingan, praktisi dan akademisi untuk saling berbagi lesson learned (pengalaman) dari pelaksanaan, metode dan berbagai langkah dalam praktik-praktik ICM di wilayah pesisir dan lautan di dunia.
Tujuan dari konferensi internasional ini, adalah untuk berbagi praktik berbasis ilmiah dan diseminasi hasil penelitian di ICM dan bioteknologi kelautan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. “Berbagi pengetahuan ini penting dalam pengembangan dan memberikan informasi berbasis ilmiah antara ilmuwan dan praktisi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” katanya.
Konferensi ini diikuti oleh 116 peserta dari 12 negara, yaitu Australia, Canada, Mesir, Jerman, Indonesia, Jepang, Belanda, Korea, Thailand, Filipina, Timor Leste, dan USA.(Awl)
