FGD HA IPB untuk Program Hilirisasi Produk Inovasi

FGD HA IPB untuk Program Hilirisasi Produk Inovasi

fgd-ha-ipb-untuk-program-hilirisasi-produk-inovasi-news
Berita

Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Himpunan Alumni (HA) IPB menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penguatan Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Daerah (DPD), Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) HA-IPB untuk Program Hilirisasi Produk Inovasi IPB”. Kegiatan digelar di Gedung Alumni IPB, Bogor, Sabtu (10/12).

Ketua Umum HA IPB, Bambang Hendroyono menjelaskan, kegiatan FGD sangat baik untuk diketahui oleh semua pengurus HA dari pengurus daerah, cabang sampai pusat, karena merupakan tindak lanjut penguatan dan konsolidasi antar DPD-DPC HA dalam membantu almamater menghilirisasi produk-produk inovasi IPB. FGD ini akan sejalan dengan program hilirisasi yang dijalankan oleh IPB melalui Direktorat Pengembangan Bisnis, IPB Science Techno Park, Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan (IncuBie) dan PT Bogor Life Science and Technology (BLST) IPB.

Ia menambahkan, inovasi bisa diterapkan dan diinformasikan kepada masyarakat melalui program hilirisasi dengan memperhatikan diantaranya, setiap inovasi harus mempunyai gagasan untuk pembaharuan yang lebih baik, setiap inovasi mempunyai manfaat yang dihasilkan untuk kepentingan masyarakat, inovasi tersebut harus memberikan  solusi untuk memecahkan masalah yang ada di lapangan, dan tentunya inovasi tersebut harus memiliki kontabilitas (inovasi tidak membentur peraturan yang ada).

Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama, Prof. Dr. Anas Miftah Fauzi dalam sambutan dan sekaligus membuka acara mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang tali silaturahmi sekaligus melakukan FGD dalam rangka bagaimana hilirisasi produk inovasi IPB. “Kita perlu memperkuat keterkaitan hulu-hilir untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus mengupayakan agar nilai tambah tersebut dapat dinikmati oleh petani kita. Kita perlu menerapkan teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh para dosen dan peneliti kita dan memperluas lapangan kerja. Kita perlu membangun sistem insentif yang merangsang peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan. IPB diharapkan dapat terus menghadirkan inovasi-inovasi hasil riset, pengembangan teknologi, dan formulasi kebijakan untuk membangun model agribisnis yang optimum dan modern dalam rangka mewujudkan sistem produksi pangan nasional yang tangguh,” paparnya.

Ia menegaskan, dalam sembilan tahun berturut-turut yaitu sejak tahun 2008, IPB selalu menjadi kontributor utama inovasi paling prospektif di Indonesia menurut penilaian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bersama Business Innovation Center (BIC) Indonesia. Total inovasi IPB pada periode tahun 2008-2016 adalah 359 inovasi dari 936 inovasi Indonesia, terbanyak dibandingkan dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian lain. Peranan IPB dalam menghasilkan inovasi semakin nyata, dan reputasi IPB semakin baik dalam kancah nasional maupun internasional. Pada tanggal 10 Agustus 2016, IPB mendapatkan Penghargaan Kekayaan Intelektual Tahun 2016 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk kategori Penghargaan Sentra Kekayaan Intelektual Terproduktif dan Penghargaan Kerja Sama Peneliti Asing. Pada bulan Maret 2016 yang lalu IPB diumumkan menjadi salah satu dari 100 Perguruan Tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking by Subject yaitu Agriculture and Forestry.

Sementara, menurut Managing Director BLST Dadang Syamsul Munir menyampaikan PT BLST dalam mendukung hilirisasi produk inovasi IPB membangun dan mengembangkan IPB Science Techno Park sebagai kawasan pengembangan inovasi di bidang pertanian, pangan dan biosains di Indonesia. IPB Science Techno Park merupakan sebuah kawasan pengembangan inovasi dan area terpadu yang digunakan untuk pengembangan dan komersialisasi hasil inovasi produk dan jasa bidang pertanian tropis, pangan dan biosains termaju di Indonesia yang didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang baik serta peraturan yang kondusif. Hilirisasi produk inovasi hasil penelitian yang telah banyak dilakukan oleh peneliti kita adalah jawaban atas upaya untuk memenuhi kebutuhan negara di dalam penyediaan pangan nasional dan turunannya bagi ratusan juta penduduk Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya pada FGD ini dibahas berbagai inovasi IPB yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas padi unggul IPB 3S, inovasi varietas unggul tanaman dan  inovasi kategori food. Di sesi kedua, dibahas inovasi biomedicine, inovasi feed & fertilizer serta inovasi machine & instrument. (Awl)