PSSP LPPM IPB Gelar Seminar Internasional untuk Keselarasan Manusia dan Primata

PSSP LPPM IPB Gelar Seminar Internasional untuk Keselarasan Manusia dan Primata

seminar-nasional-pusat-rimata
Berita
Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PPSP LPPM IPB) merupakan salah satu dari enam pusat penelitian yang menjadi Pusat Unggulan Iptek oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI). PPSP LPPM IPB, Senin (29/9), menggelar  Seminar  Internasional bertema ‘Integrating Biological Studies to Promote Primate Conservation Effort’ di IPB International Convention Center.
 
Ketua Panitia, Dr. Dyah Perwitasari Farajallah, M.Sc menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang keharusan adanya keselarasan antara hewan primata dan manusia. “Saat ini, saya sering sekali mendengar adanya serangan satwa primata ke daerah perkampungan penduduk. Hal tersebut disebabkan habitat primata tersebut telah dirusak oknum yang tidak bertanggungjawab.  Saya berharap dengan melalui forum ini ditemukan titik temu bagaimana satwa primata seperti orang utan bisa berdampingan hidup selaras dengan manusia,” ujar Dr. Dyah.
 
Lebih lanjut Dr. Dyah mengatakan masyarakat membutuhkan pemahaman yang baik tentang konservasi satwa primata. Mereka wajib memperhatikan satwa primata terutama di wilayah endemik, sehingga kepentingan manusia dan satwa primata dapat diselaraskan. Selain itu, menurut Dr. Dyah acara ini juga ingin membangkitkan generasi muda terutama mahasiswa supaya ikut andil dalam studi-studi terkait satwa primata.
 
Direktur PSSP LPPM IPB, Prof. Joko Pamungkas menyampaikan  seminar internasional ini digelar PSSP  LPPM IPB bekerjasama dengan University of Washington, Amerika, Mahasarakham University, Thailand, The Aspinall Foundation, The American Institute for Indonesian Studies (AIFIS), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
 
Kepala LPPM IPB, Dr. Prastowo ketika membuka acara menambahkan bahwa PSSP sejak tahun 1990 telah mengelola Habitat Breeding Station di Pulau Tinjil, di Dramaga dan Bogor. PSSP IPB juga telah memiliki akreditasi international sebagai lembaga riset. Seminar ini menghadirkan Internasional Speeker,  Prof. Randall C. Kyes, PhD,  Professor of Psychology and Global Health yang juga Director Center for Global Field Study, Washington.
 
Prof. Randall C. Kyes sudah sekitar 20 tahunan bekerjasama dengan Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Sulawesi Utara dalam bidang riset lapang, pelatihan dan outreach education. Menurutnya keberhasilan program konservasi tergantung dari seberapa jauh masyarakat lokal dapat berperan dalam kegiatan konservasi.
 
Prof. Randall  banyak melakukan edukasi terhadap masyarakat setempat dan mahasiswa dalam serta luar negeri. Menurutnya pemahaman untuk bisa menjaga dan melindungi satwa langka harus ditanamkan sejak usai anak anak di tingkat Sekolah Dasar (SD). Hadir dalam kesempatan itu pula narasumber lainnya, Dr. Puja Utama, Direktur Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (ddh)