Peresmian Pusat Studi Agraria LPPM IPB

Peresmian Pusat Studi Agraria LPPM IPB

Pusat-Studi-Agraria
Berita
 
Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia, Ferry Mursyidan Baldan mendukung penuh berdirinya Pusat Studi Agraria Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal tersebut disampaikannnya dalam acara peresmian Pusat Studi Agraria LPPM IPB, di Ruang Mahoni Gedung Sekolah Bisnis IPB, Kamis (10/6).
 
Menteri mengatakan, negara ini hampir kehilangan kearifan lokal dengan melupakan sebagai negara agraris. Untuk itu, terangnya, melalui Pusat Studi Agraria, harus ada redisain tentang negeri agraris ini. “Desain besar membangun negara agraris. Bagaimana melahirkan kebijakan-kebijakan pro agraria. Pusat studi ini jadi energi baru,” tandasnya.
 
Menteri juga mengatakan, pusat ini harus  opensif menciptakan keseimbangan struktur penguasaan lahan dan pemanfaatan Lahan. “Kemana lagi jika bukan ke lembaga pendidikan seperti IPB,” pungkasnya.
 
Rektor IPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto sebelumnya menyampaikan bahwa pendirian Pusat Studi Agraria di IPB merupakan tantangan dari Menteri Agraria agar mengelola persoalan agraria menjadi lebih baik. Menurut rektor, agraria bukan hanya melakukan masalah-masalah teknis, tetapi juga terkait masalah sosial ekonomi  dan politik.
 
Saat ini, terang rektor, telah ada 21 pusat studi di IPB. Dengan membentuk Pusat Studi Agraria, rektor berharap dapat mengembangkan pendekatan-pendekatan baru, energi baru, pemikiran baru dalam menghadirkan solusi dan opsi yang berbeda dengan masa lalu. “Semoga dapat memberikan kontribusi terbaiknya,” ujar rektor. (dh)