Rektor IPB Lepas Jenazah Prof. Satari

Rektor IPB Lepas Jenazah Prof. Satari

Prof-Satari-2
Berita
Institut Pertanian Bogor (IPB) berduka dengan wafatnya Prof. Dr. A. M. Satari, salah seorang mantan rektor yang sangat berjasa dan dibanggakan. Prof A. M. Satari meninggal  pada hari Senin, 4 April pukul 21.46 WIB di RS Fatmawati, Jakarta di usia 83 tahun.
 
Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto melepas jenazah Prof. Satari dalam upacara pelepasan jenazah di Kampus IPB Baranangsiang Bogor (5/4). Dadan, putra tertua Prof. Satari, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sivitas akademika IPB yang ikut mengantar dan menshalatkan jenazah almarhum di Masjid Alumni IPB Baranangsiang Bogor sebelum dikebumikan di Lembang Bandung.
 
“Dengan wafatnya Prof.Dr. A. M. Satari, IPB kehilangan seorang guru besar dan pemimpin yang sangat berjasa kepada IPB. Almarhum adalah Rektor IPB yang memimpin IPB pada masa-masa sulit, namun atas berkat karunia Allah SWT serta dengan pengabdian, keteladanan, dan kerja keras almarhum maka IPB dapat mencapai kemajuan pesat. Semoga para pimpinan IPB, para pimpinan unit kerja, dan segenap sivitas akademika IPB dapat meneladani almarhum,” ujar rektor.
 
Sebagai salah satu teman sejawat dan teman dekat Prof. Satari, Prof. Dr Syafrida Manuwoto, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB mengatakan Prof. Satari terkenal sangat dekat dengan sivitas akademika. “Beliau itu orang yang sangat berani, sangat inovatif dan leadership-nya sangat kuat. Saya ingat betul pengangkatan beliau sebagai Rektor IPB persis setelah G30 S PKI. Beliaulah yang mulai membangun kerjasama kembali dengan luar negeri,” ujarnya.
 
Almarhum adalah Rektor IPB pada periode 1970-1974 dan 1974-1978. Hal yang monumental yang dilakukan selama masa jabatannya adalah menyusun rencana pengembangan IPB untuk pertama kalinya, melaksanakan kurikulum Sarjana 4 tahun pada 1972, pendirian Sekolah Pascasarjana (1975) dan pembukaan Program Doktor (1978). Almarhum adalah Ketua Konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian yang pertama.
 
Sejumlah jabatan struktural dan non-struktural pernah diembannya. Berbagai penghargaan telah diraih semasa hidupnya, diantaranya Pahala Alma dari IPB, Satya Lencana Pembangunan, Commandeur in de Leopolds orde dari Belgia sebagai rektor, Perhargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia dalam Teknik Pertanian, Penghargaan dari USDA dalam Soil and Water Conservation, Honorary President dari International Sago Development Center Jepang, Penghargaan dari Universitas Cendrawasih sebagai pelopor peneliti sagu dan sejumlah penghargaan lainnya. (zul)