FEM IPB Gali Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Sesuai Syariat Islam

FEM IPB Gali Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Sesuai Syariat Islam

AR8A5234
Berita
Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB)  menggelar “Seminar Nasional Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Pemuda Indonesia”, Selasa (29/12). Acara yang mengambil tempat di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor ini merupakan hasil kerjasama Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB dengan BNI Syariah, Otoritas Jasa Keuangan dan Elang Group.
Ketua Panitia, Khalifah Moh. Ali mengatakan, acara ini digelar untuk  memberikan informasi dan strategi pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pemuda Indonesia, selain itu juga sebagai wadah untuk mengasah dan menguji pengembangan ekonomi kreatif sesuai syariat Islam.
Dekan FEM IPB, Dr. Yusman Syaukat menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia bisa lebih maju dengan mengembangkan ekonomi kreatif, yaitu mengembangkan ide-ide kreatif dalam mengembangkan produk. “Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan ekonomi kreatif.  Ekonomi kreatif  menjadi pilar perekonomian Indonesia. Diharapkan dengan ekonomi kreatif ekonomi Indonesia bisa lebih maju,” ujarnya.
Dr Yusman juga mengatakan, pemerintah Indonesia mulai tahun 2006 yaitu pada masa pemerintahan Presiden SBY  telah mengembangkan ekonomi kreatif yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan. Dilanjutkan di era Presiden Joko Widodo yang berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Acara ini menghadirkan narasumber Ketua Departemen Ekonomi Syariah FEM IPB, Dr. Dedi Budiman Hakim, Achmad Buchori dari Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan, Dr. Imam Teguh Saptono dari PT Bank BNI Syariah, dan Elang Gumilang dari Elang Group. (dh)