Peluang Eksis Buah Lokal Di Pasar Dunia

Peluang Eksis Buah Lokal Di Pasar Dunia

IMG-20151201-WA0001_resized
Berita
 
Buah Nusantara sangat diminati masyarakat dunia, namun sayangnya Indonesia belum mengambil peran ini. “Di Negara Jerman misalnya, Mereka menanyakan buah-buah tropika. Mereka sudah bosan dengan apel dengan kiwi, ini sangat potensial sekali. Sayangnya yang bisa menangkap potensi ini Negara Vietnam dan Thailand, Indonesia belum,” ungkap Petani Milyader, Gun Soetopo yang biasa akrab disapa Pakde Gun tesebut saat menjadi narasumber kegiatan Fruit Got Talent (FGT) 2015, Sabtu (28/11) di IPB Internatonal Convention Center (IICC), Bogor. 
 
Pakde Gun menjelaskan, Indonesia sebetulnya diuntungkan dengan komoditas buah yang masyarakatnya sendiri kurang terlalu suka, tetapi justru disukai masyarakat Eropa. “Buah kita umumnya agak masam, ini justru yang Mereka kehendaki. Kalau orang Indonesia kriteria dalam memilih buah adalah besar, manis dan murah. Kalau Mereka harus berwarna dan ada masemnya,” jelas Alumnus IPB ini.
 
Pakde Gun juga mengajak para wirausahawan agar tidak menyerah dengan keadaan dan memanfaatkan segala sumberdaya yang ada. Dalam budidaya buah naga misalnya, Pakde Gun tidak lagi menyarankan menggunakan lahan ideal. “Buka lahan karst, buka lahan deposal tambang yang banyak ditinggalkan di Kalimantan dan Papua. Kita bisa memanfaatkannya,” tegasnya kepada para peserta
 
Fruit Got Talent (FGT) 2015 merupakan ajang penelusuran bakat kewirausahaan di bidang buah Nusantara dimana peserta membuat perencanaan bisnis buah dan terbuka untuk umum. FGT 2015 digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) 2015. Dalam ajang ini juga diselenggarakan business coaching yang diikuti seluruh peserta FGT 2015.  Business coaching yang dimoderatori Ketua Dewan Pakar Hubungan Alumni IPB, Dr. Ir. Dwi Asmono ini  juga menghadirkan Chief Strategy Consultant Arrbey Consulting Firm, Dr. Handito Joewono dan perwakilan dari BNI, Uus Kadarusman S.E, M.Si yang memberikan sosialisasi kredit usaha rakyat. (as)