Kuliah Umum “Menuju Insinyur Berkelas Dunia” di IPB

Kuliah Umum “Menuju Insinyur Berkelas Dunia” di IPB

Kuliah-Umum-Toyota
Berita
 
Salah satu donatur beasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Yayasan Toyota dan Astra menyelenggarakan kuliah umum yang diikuti oleh para penerima beasiswa dan mahasiswa IPB, Selasa (2/12). Kegiatan yang mengambil tema "Mahasiswa Menatap Masa Depan: Menuju Insinyur Berkelas Dunia" tersebut dilangsungkan di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, kampus IPB Dramaga, Bogor.
 
Kegiatan ini menghadirkan Direktur PT. Toyota Motor Manifacturing Indonesia, Ir. Made Dana Tangkas, MSi, sebagai pembicara. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Toyota pada pendidikan di Indonesia.
 
“Dalam kuliah umum pagi ini kita bicara tentang masa depan mahasiswa menjadi insinyur berkelas dunia. Ini mudah untuk dikatakan, tetapi perlu usaha yang lebih agar bisa mewujudkannya,  tidak kalah di pentas dunia dan terlebih siap menghadapi ASEAN Economic Community (AEC),” jelasnya.
 
Lebih lanjut Ir. Made menjelaskan bahwa dengan adanya AEC akan terjadi arus bebas (free blow up) yang mencakup banyak hal seperti informasi, energi hingga tenaga kerja. "Ini adalah tantangan yang perlu kita siapkan agar kita bisa bersaing dan unggul di AEC," imbuhnya.
 
"Besar harapan kami sebagai industri, kita bisa terus seiring dan sejalan membangun pendidikan dan profesionalisme untuk pengembangan sumberdaya manusia negeri ini," harapnya.
 
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor IPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto. Dalam sambutannya rektor menyampaikan terimakasihnya kepada Yayasan Toyota dan Astra yang selama ini menjadi donatur beasiswa untuk mahasiswa IPB. "Atas nama IPB saya sampaikan terimakasih. Mudah-mudahan dengan beasiswa betul-betul menjadi dorongan untuk mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat pada waktunya,” jelas rektor. 
 
Lebih lanjut rektor berharap kerjasama seperti ini dapat ditingkatkan pada waktu yang akan datang, khususnya untuk pengembangan mesin di bidang pertanian. "Saya kira Toyota sangat terbuka bekerjasama untuk riset dan kerja praktik lapangan untuk mahasiswa agar dapat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi," jelas rektor.
 
Rektor juga menyampaikan bahwa IPB terus berinovasi utamanya di bidang pangan. Salah satu inovasi yang telah berjalan yakni IPB Prima dimana salah satu poin pentingnya adalah mekanisasi pertanian. Dengan mekanisasi pertanian, diharapkan proses-proses pertanian dapat lebih efektif dan efisien.
 
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan alat raga pendidikan berupa dua buah mesin Toyota Innova dan beasiswa. Tercatat sejak tahun 1976 Yayasan Toyota dan Astra telah menjadi donatur beasiswa di IPB. Saat ini sebanyak 617 mahasiswa IPB menerima bantuan beasiswa dari yayasan ini.
 
Tampak hadir juga dalam kegiatan ini penemu Fastrex, mesin transporter sawit di daerah gambut, Dr. Desrial. Fastrex tercatat sebagai salah satu inovasi paling prospektif menurut Kementerian Riset dan Teknologi RI. (as)