Getah Kuning dan Warna Hijau, Kendala Ekspor Manggis dan Mangga Nusantara

Getah Kuning dan Warna Hijau, Kendala Ekspor Manggis dan Mangga Nusantara

DSC_1948_resized
Berita
Getah kuning pada buah manggis dan warna hijau pada buah mangga Indonesia menjadi salah satu kendala ekspor kedua komoditas tersebut. Getah kuning menimbulkan rasa pahit sehingga manggis tidak enak dimakan. Getah kuning  pada bagian luar manggis disebabkan gangguan mekanis seperti benturan, tusukan, gigitan serangga dan cara panen yang tidak tepat. “Meskipun kami sudah mengembangkan teknologi untuk mengatasi hal ini, namun keberadaan getah kuning pada manggis masih menjadi masalah pada petani,” ungkap Dosen Departemen Agronomi dan Holtikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor  (IPB), Dr. Ir. Darda Efendi saat memoderatori Forum Diskusi untuk Percepat Agribisnis Mangga dan Manggis Nusantara, Jum’at (27/11) di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Forum yang bertajuk ‘Mempercepat Investasi dan Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri Mangga serta Manggis Nusantara Skala Usaha Kecil Menengah’ ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) 2015. 
 
Sementara itu untuk bisnis mangga, ekspor komoditas ini masih kurang eksis di pasar internasional, disebabkan salah satunya mangga  masak yang berasal dari Indonesia umumnya berwarna hijau. “Orang luar negeri umumnya lebih menyukai dan mengkonsumsi mangga masak berwarna. Sementara mangga masak kita yang diekspor berwarna hijau sehingga kurang bersaing dengan mangga dari Amerika dan Israel,” lanjut Dr. Darda. 
 
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu, Ir. Firman Muntako, M.Si,  mengatakan peluang investasi agribisnis buah di Indramayu masih terbuka luas. “Masih banyak lahan yang bisa digunakan. Calon investor dapat berkoordinasi dengan kami.”
 
Selain mengundang praktisi budidaya yang berasal dari berbagai daerah penghasil utama mangga dan manggis seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Probolinggo, forum ini juga menghadirkan pembicara lain diantaranya: Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bogor, Ir. Siti Nuriyanty, perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Probolinggo, perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian dan perwakilan Direksi Bank BNI Syariah. (AS)