Beragam Jenis Jeruk dan Durian Nusantara Bernilai Ekonomis

Beragam Jenis Jeruk dan Durian Nusantara Bernilai Ekonomis

DSC_1920_resized
Berita
Indonesia mempunyai beragaman jenis jeruk dan durian yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.  Hal ini terungkap dalam Indonesia Horticulture Investment dan Business Forum yang bertajuk ‘Mempercepat Investasi dan Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri  Jeruk serta Durian, Jum’at (27/11) di  Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Center, Bogor. Forum ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan  Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) 2015 yang diselenggarakan IPB bekerjasama dengan berbagai pihak.
 
Kepala Bappeda Kabupaten Majalengka, Dr. Ir.  Sadili, M.Si menyampaikan, Kabupaten Majalengka merupakan kabupaten yang memiliki potensi besar dalam pengembangan buah durian. “Varietas durian yang banyak dikembangkan  di Majalengka diantaranya: Perwira, Si Bokor dan Siriwig. Selain itu, Majalengka juga menjadi salah satu pusat pembibitan durian terbesar di seluruh Indonesia,” katanya.
 
Sementara terkait pengembangan  buah jeruk  kita bisa mencontoh Pulau  Bali. Menurut  anggota Kadin Bali, Ni Wayan Sri Sutari, SP, MP,  Bali merupakan sentra jeruk khususnya jenis Kintamani.  “Jumlah total produksinya bisa  mencapai  5.318,64 ton. Luas lahan tanaman jeruk pun dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2013  luas lahan tanaman jeruk seluas 13.592 hektar meningkat menjadi  15.633 hektar pada tahun 2014. Sebanyak 48 varietas jeruk unggulan di Bali yang dapat dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomis yaitu 22 jenis Keprok, lima Siem, tiga Manis,  satu Nipis dan 17 Pamelo,” ujar Ni Wayan. 
 
Arry Susanto dari Balai Penelitian Buah Tropika dan Buah Jeruk menegaskan perlu adanya  percepatan tindak lanjut agribisnis jeruk dengan membangun sentra agribisnis jeruk swasta yang terkelola baik sektor seluas 50 – 100 hektar secara bertahap.  Namun ia mengakui kawasan sentra produksi  jeruk di Indonesia belum terbebas dari penyakit bakteri, di samping masalah utama yang sering dihadapi yakni manajemen kedisiplinan. (dh)