Walikota Bogor: “Sakitnya tuh di sini….”

Walikota Bogor: “Sakitnya tuh di sini….”

DSC_5737
News

Baru-baru ini Kota Bogor ‘didaulat’ sebagai kota paling macet nomor satu di republik ini. “Sakitnya tuh di sini,” ujar Walikota Bogor Dr Bima Arya seraya mendekatkan tangan kanannya ke dada bagian kiri. Tingkahnya ini mengundang tawa ratusan peserta Seminar Nasional Pengarusutamaan Lingkungan dalam Pengelolaan sumberdaya Alam: Tantangan dalam Pembangunan Nasional, Kamis (6/11) di IPB International Convention Center (IICC) Bogor.

Selain kemacetan yang diakui Bima makin menjadi di Kota Bogor, kondisi banyaknya gedung tinggi yang mengitari Kebun Raya Bogor (KRB) juga menjadi salah satu “curhat” Bima di hadapan para peserta seminar yang terdiri dari unsur perguruan tinggi (PT), pemerintahan, dan masyarakat. Menurutnya, jika pembangunan di sekeliling KRB tidak bisa dikendalikan, suatu saat nanti masyarakat Kota Bogor akan menanggung malu bersama.

“Tata ruang tak terkendali, perijinan diobral, tinggal tunggu waktu, Kota Bogor malu masal. Bogor seharusnya menjadi Kota Taman, bukan lantas Kota Angkot,” tandasnya. Untuk itu, dalam kegiatan yang diusung oleh Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PS PSL) Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), Bima menginginkan adanya sumbang saran untuk keberlanjutan pembangunan “Bogor Hejo”.

Seminar yang dipandu oleh moderator Prof Dr Asep Saefudin ini juga menghadirkan panelis Deputi I Bidang Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr Imam Hendargo Abu Ismoyo, Deputi Meneg PPN/ Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Dr Endah Murniningtyas, dan Staf Ahli Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr Bedjo Santoso. (nm)