PKPHT IPB Gelar Seminar Nasional Perlindungan Tanaman II

PKPHT IPB Gelar Seminar Nasional Perlindungan Tanaman II

DSC_8018
Berita

Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu, Departemen Proteksi Tanaman (PKPHT), Fakultas Pertanian (Faperta), Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Seminar Nasional Perlindungan Tanaman II dengan tema Strategi Perlindungan dalam Memperkuat Sistem Pertanian Menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Kegiatan yang terdiri dari seminar dan presentasi poster ini diadakan di Auditorium Toyib Hadiwijaya (13/11). Kegiatan ini disponsori oleh PT. Petrosida Gresik.

Ketua Panitia kegiatan ini, Dr. Ir. Abdul Munif, M.Sc.Agr menyatakan bahwa tema ini diangkat dengan pertimbangan bahwa meningkatnya perdagangan terutama produk pertanian, selain memberikan dampak yang positif berupa bertambahnya devisa negara, tanpa kita sadari juga akan memberikan resiko berpindah masuknya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dari berbagai daerah menjadi lebih besar.

“Tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah membangun kesadaran bersama dari berbagai elemen masyarakat baik akademisi, praktisi, dan petani akan ancaman hama yang kemungkinan masuk dengan dibukanya AFTA dan AEC 2015,” kata Dr. Munif.

Ketua Departemen Proteksi Tanaman, Faperta IPB, Dr. Ir. Abdjad Asih Nawangsih, M.Si, menyatakan, “Salah satu tugas utama Departemen Proteksi Tanaman adalah untuk mendidik pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi yang tinggi di bidang perlindungan tanaman, memiliki analisis yang baik dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan bangsanya. Dari sini diharapkan mereka mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat untuk memajukan pembangunan pertanian Indonesia.”

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS menyatakan, “Seminar ini merupakan sesuatu yang penting. Negara lain dalam bidang pertanian cenderung memiliki persiapan yang lebih baik dibanding Indonesia, khususnya dalam rangka mempersiapkan AFTA dan AEC 2015. Saya juga berharap, Indonesia dapat mengambil peran di AFTA dan AEC 2015. Kita harus memanfaatkan bonus demografi yang kita miliki. Mudah-mudahan kita bisa tinggal landas, tidak tertinggal di landasan AFTA dan AEC 2015.”

“Seminar ini mudah-mudahan dapat memberikan modal pemikiran untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi sistem pertanian nasional yang lebih baik,” tambah Prof. Yonny. Sementara itu, Dr. Munif berharap seminar ini dapat memberikan kesadaran bersama-sama untuk memperkuat sistem perlindungan tanaman secara nasional. (RF)