Pelatihan Fogging 17 Desa Lingkar Kampus

Pelatihan Fogging 17 Desa Lingkar Kampus

foging
Berita
Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, dan perlunya menjaga kesehatan lingkungan sebagai upaya nyata meningkatkan derajat kesehatan manusia dan hewan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH IPB) mengadakan “Pelatihan Fogging dan Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik) di 17 Desa Lingkar Kampus Binaan IPB", 27/5.  Kegiatan ini diikuti peserta dari unsur Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dan perwakilan aparat perangkat desa/kelurahan.
 
Wakil Kepala Bidang Pengabdian pada Masyarakat, LPPM IPB,  Dr.Hartoyo menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan bentuk upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, salah satunya dengan memberantas nyamuk yang merupakan vektor penyakit demam berdarah dan chikungunya untuk memutus rantai penularan penyakit. Semoga dari kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di wilayah 17 desa/kelurahan Lingkar Kampus binaan IPB.”  Ketua Pelaksana Kegiatan Pelatihan, drh. Rahmat Hidayat, MSi mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sumberdaya manusia  operator fogging, juga untuk mengubah perilaku aparat desa dan masyarakat yang biasanya apatis menjadi bersemangat untuk melakukan fogging di lingkungannya.” (wal)
 
Peserta pelatihan mengaku puas dengan pelatihan ini. Seperti yang dikatakan Agus dari Desa Benteng, “Saya bersyukur dengan adanya pelatihan fogging ini. Ini sangat bermanfaat. Fogging dapat memberantas nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular Demam Berdarah Dengue (DBD).  Pengasapan dapat membunuh nyamuk dewasa, dan hasil yang optimum dapat dicapai jika fogging dilaksanakan bersama-sama dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).”  Salikan dari Kelurahan Situgede mendaskan, “Pelatihan fogging merupakan cara yang paling tepat untuk bisa menerapkan cara-cara penggunaan alat fogging, sehingga bisa mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dan chikungunya, untuk membunuh sebagian besar vektor infektif dengan cepat, sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan.”  Sementara
 
Wahyu dari Desa Bababan mengatakan, “Pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan  masyarakat lingkar kampus tentang cara pemakaian alat fogging. Pengetahuan yang didapat dari pelatihan fogging tersebut dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatannya secara mandiri menuju bebas penyakit baik demam berdarah maupun yang lain.” (wal)