Meningkatkan Martabat Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Berkarakter.

Meningkatkan Martabat Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Berkarakter.

Berita
Keberhasilan pembangunan nasional terletak pada keberhasilan sektor pendidikan. Pendidikan yang baik akan mampu meningkatkan martabat bangsa. Pendidikan yang baik akan terwujud jika berkarakter, yaitu pendidikan yang bukan hanya mementingkan hardskill tetapi juga softskill. 
 
Hal ini tertuang dalam gagasan dan pemikiran strategis Dewan Guru Besar (DGB) IPB dalam menyongsong Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2014 yang disampaikan dalam diskusi dengan wartawan di Cafe Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang, Rabu (30/4).
 
Pendidikan karakter merupakan nilai budi pekerti, moral, dan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter dilakukan sejak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Perguruan Tinggi (PT), lingkungan keluarga dan masyarakat melalui olah pikir, rasa, karsa, raga agar terbentuk karakter jujur, bertanggung jawab, peduli, dan saling menghargai.
 
Sementara itu, diskusi yang dimoderatori Prof.Dr. Hadi Susilo Arifin tersebut menghadirkan narasumber Prof.Dr. Herry Suhardiyanto, Prof.Dr. MA.Chozin, dan Prof.Dr. Roedhy Poerwanto. Juga tampak hadir Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB Dr. Dodik R Nurochmat dan Kepala Kantor Hukum Promosi dan Humas (HPH) IPB Ir.Yatri Indah Kusumastuti,M.Si.
 
Para Guru Besar IPB ini menyampaikan bahwa PT merupakan pendidikan pada tingkat adiluhung, tetapi harus membumi bukan pada posisi menara gading. Pendidikan yang berasaskan pancasila, yang menjujung tinggi etika akademik. Memelihara dan mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berapresiasi budaya melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
 
PT berfungsi sebagai tempat mencari kebenaran ilmiah, menemukan, memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan, menjadi pusat penguasaan dan pengembangan teknologi dan seni serta berusaha memanfaatkannya bagi kesejahteraan manusia.
 
Sementara itu, Ketua Senat Akademik IPB Prof.Dr. Tridoyo Kusumastanto dalam materi diskusinya menyampaikan, pembangunan ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dimana dalam satu dekade terakhir tumbuh antara 4,6 sampai 6,49 persen. Angka yang bagus dari sisi agregat tersebut perlu dikoreksi karena dari sisi kesenjangan pendapatan meningkat, yakni pada tahun 2012 dari 0,329 menjadi 0,413 di tahun 2013. Secara khusus, Prof.Tridoyo memberikan pesan kepada Presiden terpilih 2014, agar sinergi kebijakan PT dan kebijakan pembangunan nasional harus segera menjadi prioritas. (wly)