Dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima kunjungan dari 49 siswa dan siswi dari kelas 10 dan 11 beserta 13guru pendamping SMA Negeri 1 Sawahlunto, Padang Sumatera Barat pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2014, diterima di gedung Green TV IPB. Rombongan SMA Negeri 1 Sawahluntoyang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Dra. Sri Sumarni dan di sambut oleh Kepala Bidang Promosi IPB Dr.drh. M. Fahrudin.” Diharapkan dengan kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan MoU kedua belah pihak IPB dan SMAN 1 Sawahlunto, untuk peningkatkan jumlah penerimaan siswa lulusan SMAN 1 Sawahlunto di IPB,” kata Kepala sekolah SMAN 1 Sawahlunto.
Tujuan dari kunjungan tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sawahlunto, Ibu Dra. Sri Sumarni dalam sambutannya menyampaikan, “Tujuan kunjungan kali ini adalah mengarahkan siswa dan siswi SMAN 1 Sawahlunto yang memiliki motivasi dalam melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Karena minat siswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sangat tinggi,pihak sekolah menginginkan dan berharap IPB sebagai Perguruan Tinggi Negeri ternama dapat memberikan informasi yang mampu mengajak siswa untuk memilih jurusan dan fakultas yang sesuai dan tepat dengan kemampuan masing-masing,”katanya.
Menurutnya, “Kami sangat bersyukur dan bangga karena yang diterima di IPB melalui jalur SMPTN tahun ini ada sekitar 13 anak, walaupun target dari sekolah lebih banyak dari itu yang diterima di IPB. Dari data dua tahun terakhir, sebanyak 20 alumni dari SMAN 1 Sawahlunto tersebar di fakultas yang ada di IPB”.Kegiatan kunjungan diawali dengan presentasi umum yang disampaikan oleh Kepaka Bidang Promosi, Dr.Drh. M. Fahrudin yang menyampaikan tentang bagaimana strategi agar bisa masuk ke IPB, ada apa saja di IPB, dan bagaimana cara belajar di IPB semua disampaikan dengan sangat jelas meyakinkan yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab, dariperwakilan guru ada Ibu Erniwati yang menanyakan tentang bagaiman cara seleksi masuk Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dan apakah seleksinya juga memakai nilai rapor?Kemudian dilanjutkan pertanyan dari guru lain Ibu Sasmi, menyampaikan bagaimana cara mendapatkan bibit pepaya yang unggul dan mengapa buah pepaya IPB kebanyakan tidak dikenal oleh mayarakat, justru kebanyakan pepaya dari luar yang mayarakat kenal?Pertanyaan ke tiga dari siswi, Fani Nurlela, menanyakan, bagaimana cara masuk dan diterima di Fakultas dan jurusan yang favorit, seperti Teknologi Pangan, Agribisnis, jurusan-jurusan di Fakultas Ekologi Manusia dan Fakultas Kedokteran Hewan?
Semua dijawab dengan gambalang dan jelas oleh Dr. Fahrudin, kalau mengenai jalur BUD, jalur tersebut merupakanusulan dari pemerintah daerah setempat bagi siswa dan siswi terbaik daerahnya yang mau belajar di IPB dan nanti disaring dengan cara IPB. Untuk maslaah buah pepaya, kebanyakan masyarakat salah mengartikan buah pepaya Calina IPB, yang masyarakat ketahui buah pepaya itu dari luar. Sedangkan cara masuk fakultas dan jurusan favorit di IPB, strateginya harus berhati-hati karena peminatnya sangat banyak dan persaingannya pun ketat. Sebetulnya semua fakultas dan jurusan yang ada di IPB itu baik, terlihat dari lulusannya yang sudah mendapatkan pekerjaan yang juga baik.
Dari kunjungan tersebut, pihak SMAN 1 Sawahlunto berharap agar dikemudian hari tumbuh generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dan emosional dengan kecerdasan spritiual, sehingga bangsa Indonesia mampu berdiri tegak menyongsong kebangkitan teknologi menuju negara yang maju sejajar dengan negara-negara lain khususnya regional Asia. (WaL)