Sejahterakan Ternak dengan Beragam Rumput

Sejahterakan Ternak dengan Beragam Rumput

Berita
Anggapan bahwa pemberian pakan untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, dan domba) cukup dengan rumput yang hijau dan segar, ternyata tidak benar. Hal ini disampaikan, Ir. Agus Setiana, MS, pakar rumput dari Bagian Ilmu dan Teknologi Tumbuhan dan Pastura, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB, saat menjadi  narasumber "Pakar IPB di Siaran Pedesaan RRI, 93,75 FM", Selasa (25/3).
 
"Jadilah peternak yang baik, jangan jadi peternak asal-asalan. Peternak harus memperhatikan kecukupan gizi dan kesejahteraan ternak," ungkapnya.
Untuk mengupayakan keragaman pakan, minimal dilakukan dengan memperhatikan  komposisi rumputan-kacangan-rumbah. Walaupun belum dalam komposisi ideal, perkiraan perbandingan rumputan dan kacangan/rumbah idealnya 3 dibanding 2 bagian.
 
Hewan ternak ruminansia pada dasarnya mempunyai kesukaan hijauan (rumput) yang berbeda.  Sapi dan kerbau mempunyai cara merenggut rumput yang hampir sama. Rumput yang ada dililit dengan lidah dan ditarik sampai terlepas dari bagiannya. Berbeda dengan domba dan kuda, rumput dijepit dengan bibir dan dipotong oleh giginya. Oleh karena itu kerbau dan sapi lebih cocok untuk rumput yang agak panjang, sedangkan domba menyukai yang pendek. Ternak kambing menggamit dan menarik, hanya lebih menyukai rumput yang menggantung. Kambing sangat suka memanjat untuk memperoleh pakannya, berbeda dengan lainnya yang menyukai rumput yang ada di hamparan.
 
Ternak kerbau (Bubalus bubalis) paling toleran dengan berbagai bentuk rumput. Rumput yang tidak disukai ternak lain, baik tingkat kekerasan maupun kualitas seratnya masih dapat dimanfaatkan, bahkan tumbuhan berduri seperti Mimosa invisa masih dapat dimakan dengan mudah. Demikian pula dengan jerami, kerbau mampu mencerna lebih baik daripada ternak lainnya. Selain ternak ruminansia, ternak unggas seperti angsa juga termasuk pemakan rumput yang relatif banyak, demikian pula ternak kuda dan kelinci.
 
Lebih jauh, Agus Setiana yang dikenal sebagai motivator ini menggarisbawahi pentingya memberikan kasih sayang kepada ternak. "Hewan ternak itu makhluk Tuhan. Jangan hanya dieksploitasi untuk keuntungan semata, tetapi  harus diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang, Insya Allah berkah," jelasnya.
 
Dialog kali ini tampak beda dengan dialog edisi sebelumnya. Biasanya narasumber datang sendiri atau diantar keluarga, kali ini agak istimewa dengan kehadiran fotografer Pariwara IPB, Cecep Abdul Wahab. Ketika ditanya, apa yang melatarbelakangi kehadirannya ke Studi Pro 1 RRI ini? "Selain meliput dialog, saya ingin belajar filosofi dari Pak Agus Setiana, filosofi perburungan. Saya kan hobby memelihara burung.  Saya mau berguru bagaimana cara memelihara burung yang benar. Saya sedang mempersiapkan “Si Ciu" untuk kontes burung Muray bulan depan" ujarnya. Walhasil, saat selesai meliput dan "berguru",  Cecep AW tampak sumringah karena telah menemukan resep memelihara burung, yaitu kasih sayang. Oke Pak, selamat menyanyangi “Si Ciu". (wly)