Membangun Pertanian Kerakyatan dan Pedesaan Berkelanjutan di Papua

Membangun Pertanian Kerakyatan dan Pedesaan Berkelanjutan di Papua

Berita
Bangunlah apa yang orang Papua bisa bangun. Bukan bangun apa yang kita mau bangun. Slogan ini menjadi kalimat kunci yang disampaikan Letjen. (Purn.) Bambang Darmono, Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) yang hadir sebagai narasumber utama dalam Diskusi Membedah Papua Kontemporer, Rabu (3/4) di Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PSP3-LPPM),  Kampus IPB Baranangsiang.  
 
Diskusi ini dirasakan tepat karena menjelang pemilihan umum. Diskusi yang dilaksanakan selama 2,5 jam ini  banyak membahas peran UP4B dan persoalan-persoalan yang dihadapi Papua saat ini. Sebagai lembaga yang berfungsi dalam percepatan pembangunan, UP4B berfokus pada upaya pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan pendidikan, peningkatan perluasan kesehatan dan kebijakan afirmasi bagi rakyat Papua.  Sehubungan itu, UP4B bertugas dalam melakukan perencanaan, penyiapan, pelaksanaan pengendalian, dan evaluasi.
 
Sesuai mandat yang ada dalam Peraturan Presiden No. 65 tahun 2011, maka ada dua pendekatan dalam melihat dan penanganan Papua yaitu pendekatan pembangunan sosial ekonomi, sosial politik serta budaya. Memandang persoalan Papua bukan hanya terkait pada persoalan pembangunan infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, namun juga persoalan sosial yang berkembang dewasa ini diantaranya: keamanan dan ketertiban terkait tindakan kriminal pihak-pihak tertentu, pemanfaatan ruang yang terkendala oleh keberadaan tanah ulayat, kondisi kelembagaan daerah yang lemah,  isu ketimpangan Papua-Jawa dan Papua Pegunungan-Papua Pesisir.
 
Berangkat dari kondisi tersebut, maka PSP3 IPB sebagai pusat studi yang peduli dan kritis pada persoalan nasional maupun lokal khususnya Papua mencoba membangun kembali kajian-kajian dengan mengaitkan tidak hanya pada studi pembangunan, namun juga dalam studi politik. Hal ini semakin diperkuat dengan bergabungnya beberapa peneliti yang concern dalam persoalan politik lokal di PSP3-IPB. Dalam kesempatan yang sama, Kepala PSP3-IPB, Dr. Lala M. Kolopaking menyampaikan bahwa IPB melalui PSP3 siap berkomitmen menyokong pembangunan pertanian kerakyatan dan perdesaan berkelanjutan di wilayah Papua. Hal ini ditunjukkan dengan pengembangan kawasan mandiri pangan dan minapolitan oleh PSP3 di Papua dan Papua Barat serta telah menjadi percontohan nasional. Komitmen ini mendapatkan respon sangat positif oleh Kepala UP4B.  Dalam diskusi tersebut semua berkomitmen dan  berharap IPB khususnya PSP3 turut serta mengembangkan inovasi bagi kesejahteraan masyarakat Papua.(Anom/3April2014).