Mahasiswa IPB Berdayakan Waria Kota Bogor

Mahasiswa IPB Berdayakan Waria Kota Bogor

Berita
Keberadaan  wanita pria alias waria seringkali meresahkan masyarakat. Masyarakat lebih banyak menilai negatif dibandingkan sisi positifnya, sehingga  keberadaannya sering ditolak dalam kehidupan masyarakat.
 
Surianie, Idan Mardhani, Intan Paramitahasanah, Agus Harianto dan Laras Lestari, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Teknologi Hasil Perairan, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan serta Agribisnis yang peduli dan terpanggil untuk memberdayakan kaum waria. Mereka berupaya menjadikan waria sebagai sumberdaya manusia unggul dan berkualitas, sehingga perilakunya tidak dinilai negatif  masyarakat.
 
Surianie dan kawan-kawan mengembangkan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat dengan memperkuat Pelatihan dan Keterampilan untuk Waria Kota Bogor. Surianie dkkdalam memberdayakan waria Kota Bogor akan mengembangkan  dua pendekatan yaitu mengenai life skill education dan entrepreneurship.
 
Pendekatan ini diharapkan efektif memberdayakan waria. Dalam pelaksanaannya Tim PKM IPB ini dibantu dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor.
 
Kedua pendekatan tersebut oleh tim PKM IPB diurai ke dalam beberapa kegiatan seperti  Waria Section, Marak Banci (Mari berakhlak dan Cinta Ilahi), Outbond, Waria Sejari (Sehat JAsmani dan Rohani), E Mo Waria (Entrepreneurship Motivation Waria), Aksi Asah Minat Bakat, Reship Waria (Real Entrepreneurship), Waria Showtime Preneur, G-Pro (Galleries Production) dan Klinik Konsultasi Waria.
 
 Program ini dirancang Surianie dkk di bawah bimbingan Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB, Megawati Simanjuntak, SP, M.Si dengan menggunakan metode-metode unik dan mudah diikuti. Program ini memadukan unsur pembelajaran hardskill,softskill berupa pelatihan, praktik dan games edukasi yang menunjang kreativitas serta kemampuan waria sehingga peserta tidak bosan untuk mengikuti program pemberdayaan ini.
 
Dari hasil data yang dihimpun Dinas Sosial Kota Bogor jumlah waria saat ini sudah mencapai 320 orang. Komunitas ini dikelola oleh sebuah organisasi program kerja (pokja) Dinas Sosial Kota Bogor dengan nama Warna Lentera Pakuan.
 
Menurut penilaian  Agus Harianto salah satu tim PKM, tidak semua waria memiliki perangai negatif. Agus terjun langsung dan berinteraksi langsung dengan waria yang aktif di Warna Lentera Pakuan selama  20 hari. Disampaikannya waria juga memiliki golongan dan status sosial berbeda-beda. Mulai dari waria pengamen jalanan, pekerja seks komersial, rumahan dan high class. Rata-rata waria pada golongan ini sudah hidup mapan dan memiliki usaha sendiri.
 
Selain itu, Agus Harianto menggali potensi pada masing-masing waria. Dikatakannya banyak diantara mereka yang menginginkan untuk memiliki usaha. Bahkan ada di antara mereka yang sudah memiliki keterampilan profesional seperti salon kecantikan, berprofesi sebagaimake up artis, disain  dan sebagainya.
 
Ditambahkan Surianie, rata-rata waria yang memiliki perangai negatif adalah waria jalanan atau pengamen dan pekerja seks. Menurut Surianie dari hasil wawancara mereka mengutarakan keinginannya untuk mengubah perilaku  dan memiliki usaha yang baik, namun apa daya cenderung masyarakat tidak bisa menerimanya.  Agus dkk berharap  dengan model pemberdayaan ini ada perubahan bagi waria Kota Bogor agar menjadi warga yang dapat diterima dan memilikiketerampilan berkarya di masyarakat. (ddh)