IPB Produksi Instrumen Pengukur Pasang Surut

IPB Produksi Instrumen Pengukur Pasang Surut

Berita
Perairan Indonesia  memiliki  pola pasang surut (pasut) yang kompleks karena banyaknya pulau dan pola sirkulasi massa air dipengaruhi  sistem angin muson dan arlindo. Atas dasar inilah, Laboratorium Instrumentasi Kelautan,  Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) menciptakan instrumen pengukur pasang surut dengan nama MONTIWALI (Mobile Tide Water Level Instrument). “Pada saat ini Kami mampu  produksi sebanyak sepuluh unit per bulan bahkan bisa ditingkatkan tergantung pemesanan,” ungkap Prof. Indra Jaya, Kepala Laboratorium Instrumentasi Kelautan.
 
Ada tiga alasan yang menjadi inspirasi Prof. Indra dkk dalam mengembangan instrumen pengukur pasang surut. Pertama, pasut di dalam perairan nusantara  kompleks dan rumit.  Kedua, selama ini instrumen pasut kita beli dari luar, belum ada yang dibuat sendiri.  Ketiga, perlu kemandirian teknologi, khususnya teknologi kelautan atau teknologi kemaritiman.  “Pembuatan instrumen pasut merupakan salah satu langkah awal untuk mewujudkan kemandirian teknologi kelautan,” sambung Ketua Umum Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia ini.
 
Penelitian dan pengembangan alat ini sudah dimulai lima tahun silam. Selama masa uji coba Laboratorium Intrumentasi Kelautan IPB sudah memasarkan ke Universitas Hasanuddin,  Makassar,  Balai Riset Perikanan Perairan Umum, Palembang, dan Universitas Hang Tuah, Surabaya. Bagi para pembeli diberikan garansi selama tiga bulan. Setelah itu jika ada kerusakan dapat diperbaiki dengan biaya tergantung kerusakannya. (Dept.ITK)