RAMP IPB Gelar Workshop Lanjutan

RAMP IPB Gelar Workshop Lanjutan

Berita
Recognition and Mentoring Program- Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) bekerjasama dengan The Universities and Councils Network for Innovation for Inclusive Development (UNIID-SEA) kembali melakukan workshop lanjutan untuk mengembangkan pendekatan yang tepat dalam rangka mengurangi jurang antara inovasi teknologi dan penyediaan solusi berkelanjutan bagi masyarakat. Workshop lanjutan  yang bertajuk ‘A Living Lab: Bringing Technological Innovations into Sustainable Solutions’ ini berisi kegiatan brainstorming oleh pengelola dan penggiat kegiatan pemberdayaan masyarakat di IPB. Penggiat tersebut diantaranya : Prof. Dr. Clara Meliyanti Kusharto, Prof. Dr. Ir. Memen Surahman, MSc. Agr, Ir. M. Agus Setiana, MS, Dr. Ir. Y. Aris Purwanto, Dr. Ir. Irzaman, Moch. Awaluddin, SE, Drs. Suhaemi, MM, dan Prof. Dr. Ir. Ervizal AM Zuhud, MS, Selasa (25/2)
 
Kegiatan yang difasilitasi Elisa Anggraeni, STP, MSc dari RAMP-IPB ini berusaha mengidentifikasi potensi IPB yang luar biasa. Identifikasi potensi tersebut meliputi  mahasiswa, dosen, hasil penelitian dan ragam kegiatan yang sudah dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat. Tidak sedikit program yang menjadi percontohan di tingka tnasional.  Namun kegiatan dan sumberdaya ini dirasakan masih terfragmentasi dan tersebar. Beberapa mengalami kendala implementasinya untuk memberikan solusi berkelanjutan. Kendala-kendala yang teridentifikasi mencakup integrasi program, ketersediaan road map program, integrasi data kegiatan, promosi dan publikasi serta monitoring dan evaluasi. Dalam implementasinya kegiatan juga mengalami kendala terkait dengan keberlanjutan program yang bersumber pada aspek sosial. Aspek tersebut diantaranya : partisipasi, perubahan mindset, budaya dan perilaku para pemangku kepentingan (peneliti, mahasiswa,  masyarakat, pemimpin),  aspek ekonomi terkait dengan penciptaan pasar dan pemodalan. 
 
Di akhir workshop disepakati sumber daya dan keahlian ini perlu dijalin dalam sebuah model sinergis untuk memberikan solusi berkelanjutan yang dirasakan semua pihak. Sebuah model dengan road map jelas dan secara kolaboratif didisain serta diimplementasikan memanfaatkan sumber daya yang ada. Model ini diharapkan dapat menjadikan kampus sebagai wahana bagi sivitas akademika untuk mengasah empati sosialnya dan untuk melakukan kegiatan tridharma-nya dengan menciptakan kebersamaan antara masyarakat kampus, sekitar dan pemangku kepentingan lain. Ide mengerucut menjadi satu berupa inisatif pengembangan Kampus IPB sebagai “laboratorium hidup” bagi penyediaan pangan berkelanjutan.
 
Ide awal tersebut akan terus dikembangkan dalam diskusi-diskusi rutin berikutnya danditindaklanjuti menjadi program yang lebih kongkrit.  Menurut Dr. Aji Hermawan, “RAMP-IPB akan terus memfasilitasi kegiatan ini sehingga secara bersama-sama dapat menumbuhkan kampus sebagai wadah kolektif untuk berkreasi memberikan solusi bagi persoalan masyarakat. (Lisa and awl)