Kiprah Pemberdayaan Masyarakat IPB Membahana di RRI
Ir.Yanefri mengatakan, "Posdaya merupakan terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat. Posdaya mewadai semua kegiatan yang ada di desa/kelurahan dengan mengoptimalkan potensi lokal yang ada". Saat ini, Ir.Yanefri menambahkan, Posdaya fokus pada empat kegiatan utama yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Lebih jauh Ir.Yanefri memaparkan, program kesehatan yang telah ada, seperti Posyandu, keberadaan Posdaya turut memperkuat dengan program penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, pemeriksaan gula darah, asam urat, anemia, pengadaan obat murah, senam jantung sehat, dan sebagainya.
Dalam program pendidikan, IPB membantu memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan memberikan bimbingan kepada Guru PAUD dan memberikan pelatihan manajemen bagi pengelolaan lembaga PAUD ini.
Bidang ekonomi, Ir.Yanefri menambahkan, IPB mendorong potensi sumberdaya lokal seperti pembibitan tanaman, mengembangkan aneka kripik, juga memberikan pendampingan bagi tumbuh kembangnya Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Sedangkan bidang lingkungan, IPB mengarahkan pada upaya pengelolaan sampah menjadi kompos, pemantauan dini jentik nyamuk demam berdarah dan mengembangkan program Kebun Bergizi.
Dalam dialog yang dipandu Rani dari RRI Bogor ini, Ir.Mintarti, M.Si sebagai pembicara ke-dua menekankan, "Kegiatan Posdaya idealnya dibangun di tingkat Rukun Warga (RW) karena jika tingkat desa/kelurahan wilayahnya terlalu luas, sehingga dipandang kurang efektif dalam komunikasi dan koordinasi. Dalam pelaksanaan program Posdaya ini, P2SDM LPPM IPB bermitra kerja dengan Yayasan Damandiri, Pemerintah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi. Sejauh ini, IPB telah berhasil membangun 150 Posdaya yang tersebar di Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Selain itu, IPB dipercaya menjadi Koordinator 11 Perguruan Tinggi di Jawa Barat dan Lampung dengan jumlah total 1.300 Posdaya.
Ir.Yanefri menutup dialog dengan menggambarkan keberhasilan salah satu Posdaya "Puspa Lestari" di Pasir Kuda Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. "Saat berdiri, Posdaya ini hanya bermodal Rp 500 ribu. Tapi kini, kas warga telah mencapai lebih dari 80 juta rupiah, “ tandasnya. (wly)
