Indonesia Berdonor : Setetes Darah Dapat Menyelamatkan Jiwa Masyarakat

Indonesia Berdonor : Setetes Darah Dapat Menyelamatkan Jiwa Masyarakat

Berita
Lembaga Penyiaran Publik, Radio Republik Indonesia (LPP-RRI) bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) didukung penuh oleh Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI), Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Daerah Kota Bogor, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, Forum Komunikasi Dermawan Darah (Fokuswanda) dan Korem 061 Suryakencana menyelenggarakan gelaran bertajuk Indonesia Berdonor di IPB International Convention Center (IICC). Acara ini dibuka Direktur Utama LPP RRI, Rosita Nike Widiastuti dan dimulai dengan pemukulan gong secara simbolik oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar.
 
Acara ini secara serentak dilakukan RRI di seluruh Indonesia. Hingga Rabu (5/3) pukul 10.00 WIB Lebih dari delapan ribu orang di Indonesia melakukan donor darah. Di RRI Bogor sendiri lebih dari 750 orang melakukan donor darah. Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Rosita Niken Widiastuti menyatakan, “Dengan berdonor,  kita mengetuk kepedulian masyarakat untuk saling membantu khususnya untuk ibu melahirkan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) bahwa 25 persen dari kematian ibu karena kekurangan suplai darah.”
 
“Harapan kami kegiatan ini dapat membantu masyarakat khususnya ibu-ibu yang baru melahirkan yang sangat membutuhkan suplai darah, agar mereka selamat usai melahirkan. Setetes darah dapat menyelamatkan jiwa masyarakat, kami juga berharap donor darah menjadi lifestyle masyarakat Indonesia,” tambah Rosita Niken Widiastuti. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, “Tema kegiatan ini sangat menarik dan strategis. RRI menginisiasi melalui program Indonesia Berdonor. Kami menyampaikan apresiasi.  Kita berharap masyarakat atau  seorang ibu yang melahirkan bisa betul-betul mendapatkan akses, perlindungan dan bisa melakukan proses melahirkan dengan baik mulai dari hamil, melahirkan serta nifas.”
 
Banyaknya kematian  ibu yang melahirkan mempengaruhi kebahagian keluarga dan lingkungannya. “Oleh karena itu, kami terus berusaha meningkatkan pemberdayaan perempuan dan sekarang kami juga memfokuskan pada anak perempuan bagaimana mempersiapkan mereka sejak dini tanpa membedakan dengan anak laki-laki. Dia siap melahirkan generasi penerus bangsa dengan baik dan sehat. Marilah kita bersama-sama melakukan donor darah,” tutup Linda Amalia Sari Gumelar. Dalam kesempatan ini juga dilakukan talkshow bertajuk “Kematian Ibu Melahirkan dan Suplai Darah”. (RF)