Program Aksi IPB untuk Daerah Bencana

Program Aksi IPB untuk Daerah Bencana

Berita
Sinkronisasi kebijakan penanggulangan bencana harus lepas dari kepentingan politik. Demikian salah satu resume Lokakarya “Sinkronisasi Kebijakan Penanggulangan Bencana dan Dampak Terhadap Pertanian”, Kamis (20/2). Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Senat, Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga Bogor itu digagas Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (Dit. KSKP) IPB bersama Pusat Studi Bencana, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB.
 
Para pembicara lokakarya ini adalah Ir. Gatot Ari Putranto, MM (Kepala Sub Direktorat Dampak Perubahan Iklim, Kementerian Pertanian), Deny Hermawan, ST, MT (BAPPEDA Jawa Barat), Prof.  Dr.  Euis Sunarti (Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB), Wakil Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM IPB, Dr. Hartoyo  dan Dr. Suryo Wiyono dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Dengan moderator Prof. Dr. Sulistiono dari Pusat Studi Bencana LPPM IPB.
 
Usai dibuka secara resmi  Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, tampil sebagai Keynote Speaker adalah Direktur Pengurangan Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan, ST, M.Si.
 
Prof. Euis Sunarti dalam presentasinya mengurai banyak temuan di lokasi yang terkena bencana, seperti kerugian materil yang dialami para petani  dan dampak sosial yang dirasakan banyak keluarga.
 
Sementara itu, Dr. Hartoyo menyebut sejumlah program aksi di bidang pertanian yang sudah, tengah dan akan dilakukan IPB di sejumlah wilayah  terkena bencana. Program aksi tersebut diantaranya: pemeriksaan kesehatan hewan ternak, bantuan pakan ternak,  pemulihan perikanan darat, dan pemulihan lahan pertanian. (nm)