SBY: Tiga Alternatif Strategi Model Pembangunan Pertanian
Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada saat Orasi Ilmiah Presiden Republik Indonesia Pada Sidang Terbuka Institut Pertanian Bogor (IPB) mengajak untuk melakukan refleksi atas model pembangunan pertanian yang telah dan sedang dilakukan Indonesia.
“Masalah ini perlu pula kita letakkan dalam konteks kekinian dimana Indonesia saat ini menjadi negara dengan sistem desentralisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pemilihan model pembangunan pertanian akan menentukan arah dan sejarah bangsa ini ke depan,” ujar Presiden SBY, di Grha Widya Wisuda, Dramaga, Jum’at (20/12).
Tiga alternatif strategi pembangunan adalah:
Pertama,
Strategi pembangunan ekonomi melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada kekuatan ekonomi pasar untuk menentukan arah pembangunan. Peranan yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini adalah menciptakan pasar yang dapat berfungsi secara efisien dan efektif. Hanya saja model ini tidak mampu mewujudkan perekonomian yang equitable. Juga sering gagal menghadirkan keadilan antara lain tertinggalnya kaum rentan dan miskin dari pertumbuhan ekonomi yang cepat.
Kedua,
Pembangunan ekonomi yang lebih menekankan perlunya keterlibatan pemerintah yang besar dalam pembangunan. Keterlibatan pemerintah harus dilakukan sejak dari perancangan strategis sampai dengan tahap implementasinya. Model pembangunan pertanian merupakan pengejawantahan dari konsep command and centralized-economy. Ekonomi komando.
Ketiga,
Strategi pembangunan ekonomi yang berada di antara strategi pertama dan kedua. Intervensi kebijakan pemerintah diperlukan dengan tetap melibatkan sektor lain seperti swasta, BUMN, dan koperasi. Strategi pembangunan pertanian ini harus kita susun dengan kesadaran bahwa bagaimanapun selalu ada kegagalan pasar -market failure- sehingga diperlukan peran pemerintah. Namun intervensi yang bersifat absolute dan berlebihan juga akan menghasilkan apa yang kita sebut sebagai government failure.
“Bagi saya sangatlah jelas bahwa Indonesia haruslah menganut strategi pembangunan ekonomi ketiga, sebagaimana yang saya kemukakan tadi. Di berbagai kesempatan, selama sembilan tahun lebih ini saya terus menyampaikan visi, kebijakan dan strategi pilihan ekonomi “Jalan Tengah” ini, “The Third Way”, termasuk dalam sektor pertanian,” ujar Presiden SBY.
