IPB Disarankan Dirikan Perguruan Tinggi di Daerah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Dr. M. Nuh mengamanatkan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membuka perguruan tinggi di luar wilayah sehingga masyarakat luas dapat mengakses pendidikan hingga jenjang lebih tinggi.
"Saya menyarankan agar IPB membuka perguruan tinggi di daerah sehingga masyarakat luar daerah bisa menikmati kejayaan IPB," ujar Mendikbud dalam jumpa pers Sebelum Orasi Ilmiah Presiden Republik Indonesia pada Sidang Terbuka IPB dalam rangka Dies Natalis IPB Ke-50, di Grha Widya Wisuda, Dramaga (20/12)
Nuh mengatakan, distribusi pendidikan di Provinsi Jawa Barat (Jabar) kurang bagus, tidak sesuai dengan jumlah penduduknya yang besar. Jumlah peguruan tinggi di wilayah Jabar bisa dihitung dengan jari atau kurang dari sepuluh di antaranya: IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, IAIN Bandung, UPI, dan dua poli teknik di Bandung.
Rendahnya jumlah distribusi pendidikan di Jawa Barat yang tidak sesuai dengan populasi penduduknya mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencanangkan Program Pendidikan di luar domisili (PPD). "Saya memberikan mandat kepada IPB untuk melakukan ekspansi dengan mendirikan perguruan tinggi di luar domisili."
Dengan adanya ekspansi pendidikan, lanjut Nuh, masyarakat di daerah tertinggal dapat melanjutkan pendidikan tinggi dari kampung halamannya. "Ada IPB di Tasik. Ada IPB di Cianjur. Jadi bisa kuliah tanpa meninggalkan kampung halaman kan bisa menghemat biaya," ujarnya.
Terkait kapan akan direalisasikan dan seperti apa teknisnya, Menteri menyebutkan pada 2014 program tersebut sudah diharapkan dapat berjalan. Tidak hanya IPB, tapi perguruan tinggi lainnya yang ada di Jawa Barat akan dilibatkan untuk mengembangkan pendidikan di seluruh wilayah Jabar.
Sementara itu, Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, MSc menyatakan IPB siap untuk melaksanakan mandat Mendikbud tersebut dan akan segera merealisasikannya. (Rol/ant/man)
