Dua Pusat IPB Ditetapkan Sebagai Pusat Unggulan IPTEK

Dua Pusat IPB Ditetapkan Sebagai Pusat Unggulan IPTEK

Berita
Pusat Studi Biofarmaka (PSB) dan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB) dinobatkan sebagai Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) tahun 2013. Penganugerahan ini diselenggarakan di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Serpong. Anugerah Pusat Unggulan IPTEK tersebut diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa beserta Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta didampingi Deputi Bidang Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi RI,  Dr. Mulyanto.
 
Kepala Divisi Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Budidaya Biofarmaka PSB IPB, Drs. Edy Djauhari Purwakusumah, M.Si mengatakan, “Pusat Unggulan IPTEK merupakan program yang digagas Kemenristek agar "bottle neck" atau kesenjangan antara kajian di tingkat akademisi dengan implementasi di masyarakat  yang selama ini terjadi dapat dikurangi, sehingga masyarakat lebih bisa merasakan manfaat IPTEK. Program ini dimulai sejak tahun 2011 melalui seleksi ketat. Dari sekian ribu pusat penelitian baik di bawah departemen maupun yang ada di lingkungan universitas, diseleksi berdasarkan kriteria kemampuan akademis, implementasi karya inovasi, dan kekuatan pengembangan jejaring kerjasama.”
 
Lembaga Penelitian dan Pengembangan (litbang) yang dikembangkan menjadi Pusat Unggulan IPTEK dipilih berdasarkan empat kriteria, yaitu: kemampuan lembaga untuk menyerap informasi/teknologi dari luar (sourcing/absorptive capacity), kemampuan lembaga untuk mengembangkan kegiatan riset berbasis (research and development capacity), kemampuan lembaga untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset (disseminating capacity), serta kemampuan lembaga untuk mengembangkan kegiatan berbasis potensi sumberdaya lokal (local resources development capacity). “Pusat Studi Biofarmaka IPB dengan track record -nya dipandang memiliki konsistensi dalam menjawab suatu permasalahan mulai dari hulu sampai hilir.  Riset-riset yang dilakukan Pusat Studi Biofarmaka IPB dilakukan dengan pendekatan multidisiplin ilmu mulai dari ranah penelitian/kajian sampai pada implementasinya baik secara komersial ataupun sosial di masyarakat,” ujar Drs. Edy Djauhari Purwakusumah, M.Si.
 
Pusat Studi Biofarmaka IPB berkomitmen menjadi pusat unggulan riset dan inovasi teknologi bidang biofarmaka di tingkat nasional dan internasional. “Lembaga litbang yang dipersiapkan menjadi Pusat Unggulan IPTEK akan terus bertambah jumlahnya sampai tercapai batas minimum (critical mass), sehingga dapat berkontribusi secara signifikan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tiap koridor ekonomi, inklusif, berkelanjutan, meningkatkan konektivitas atau infrastruktur antar koridor ekonomi dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Lembaga litbang diharapkan nantinya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mewujudkan visi MP3EI yaitu menjadi 12 negara besar dunia pada tahun 2025 dan 7 negara besar dunia pada tahun 2050,” kata Drs. Edy Djauhari Purwakusumah, M.Si. (RF/DH)