Mahasiswa IPB Ciptakan Plastik dari Kulit Jagung

Mahasiswa IPB Ciptakan Plastik dari Kulit Jagung

cp
Berita
Mahasiswa IPB berhasil mencipatkan plastik  yang  berasal dari  kulit jagung.  Ide pembuatannya berawal  dari banyaknya limbah kulit jagung yang terbuang percuma di pasar Bogor. Selain itu merasa tertantang dalam mengurangi pencemaran lingkungan dengan banyaknya pemakaian plastik dalam kehidupan sehari hari, sehingga plastik harus diminimalisasi.
 
Mahasiswa Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) IPB, Made Dirgantara, Miko Saputra, Eni Septi Wahyuni, dan Muhammad Khalid berkreasi dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM)  dengan membuat plastik dari kulit jagung.
 
Selama ini, klobot atau kulit jagung di Indonesia banyak digunakan sebagai pakan ternak, pembungkus makanan tradisional, dan kerajinan tradisional. Padahal kulit jagung memiliki fungsi lain yang belum dimanfaatkan.
 
Proses pembuatannya dimulai dari pengeringan kulit jagung dengan menggunakan oven dan suhu 60 derajat celsius selama 8 jam. Setelah dikeringkan kemudian kulit jagung digiling sehingga menyerupai tepung. Setelah itu dicampur dengan bahan bijih plastik  dan asam oleat dengan menggunakan mesin ekstrusi kemudian dipress hingga dihasilkan bioplastik dari kulit jagung.
 
Menurut Eni Septi Wahyuni, dari hasil penelitiannya kulit jagung memiliki kandungan serat dan pati yang bisa dijadikan bahan campuran plastik. Selain itu plastik buatannya dapat terurai oleh mikroba dalam jangka waktu 2 bulan setelah pengujian, sehingga lebih ramah lingkungan, ungkapnya dalam acara coffee morning yang digelar di Sekretariat Forum Wartawan Harian Bogor.
 
Disampaikan oleh Eni Septi Wahyuni, jika ada pengusaha yang mau mengaplikasikan inovasi ini bisa ke arah  perangkat interior seperti tatakan gelas, wadah makanan dan minuman sekali pakai dan dapat juga dijadikan pernak pernik dari plastik. Namun dari sisi ketahanan harus ada proses penelitian lanjutan, ungkapnya. (ddh)