FORKAPI Gelar Simposium Internasional

FORKAPI Gelar Simposium Internasional

kopi
Berita
Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia (FORKAPI) menyelenggarakan Simposium Internasional yang bertajuk “Komunikasi Pembangunan dalam Pengembangan Masyarakat Pedesaan yang Berkelanjutan”, Rabu (30/10). Pada hari pertama, kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Kegiatan ini menghadirkan Prof.Felix Librero, PhD (Profesor Emiritus, University of the Philippines Open University), dan Prof.Adnan Husein, PhD (School of Communication Universiti Sains Malaysia) sebagai Keynote Speaker. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan presentasi dari kalangan pemerintah dan beberapa perusahaan terkait Corporate Social Responbility (CSR)
 
Simposium ini diselenggarakan dengan tujuan sharing knowledge pakar komunikasi pembangunan dari kalangan akademisi, praktisi, dan professional di bidang komunikasi. Ketua Umum FORKAPI, Prof.Dr.Ir.Aida Vitayala S. Hubeis menyatakan, strategi komunikasi partisipatif dan dialogis merupakan solusi berkomunikasi dengan masyarakat di Indonesia. “Kita mengusahakan komunikasi yang bersahabat dengan masyarakat,” kata Prof.Aida. Dekan Fakultas Ekologi Manusia, IPB, Dr. Arif Satria, M.Si menyatakan, masyarakat Indonesia merupakan pengguna sosial media yang besar. Hal tersebut bisa menjadi jembatan untuk mengedukasi masyarakat. “Saluran ini, harusnya dimanfaatkan lebih optimal oleh pemerintah dengan menyajikan pesan singkat, padat, dan dapat menarik perhatian masyarakat.”
 
Felix Librero, PhD mempresentasikan mengenai Development Communication Mindset. Prof.Felix Librero, PhD memaparkan tentang kaburnya batasan-batasan komunikasi, kesiapan masyarakat terhadap pemikiran terkini, komunikasi pembangunan, munculnya strategi komunikasi yang general, dan keterkaitannya dengan komunikator dalam pembangunan. Dalam kegiatan ini juga disampaikan pula presentasi Prof Adnan Husein, PhD yang banyak memaparkan terkait komunikasi pembangunan yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.
 
Selamatta Sembiring, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia (Kemeninfo) mempresentasikan mengenai pengembangan kemandirian masyarakat melalui penguatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai model peran pembangunan partisipatif. Selamatta Sembiring menyatakan, komunikasi masyarakat Indonesia cukup heterogen dan memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengakses komunikasi. Beberapa kelompok masyarakat ada dengan mudah mendapatkan akses informasi melalui media massa, teknologi informasi dan komunikasi. Ada juga yang sulit. “Hal itulah yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan informasi dan komunikasi pembangunan seperti mengembangkan, memberdayakan institusi sosial komunikasi yang ada di masyarakat,” tandasnya.
 
Pada sesi terakhir kegiatan ini, acara semakin meriah dengan hadirnya para pembicara dari kalangan pemerintah, diantaranya:  Drs.H.Rahmat Yasin, M.M (Bupati Kabupaten Bogor) dengan wacana ‘Mewujudkan Komunikasi Pembangunan yang Efektif antara Pemerintah dan Masyarakat: Studi Kasus Program Jumling dan Boling di Kabupaten Bogor’ dan Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si. (Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata) dengan topik Membangun Komunikasi yang Efektif antara Pemimpin dan Rakyat: Blusukan sebagai Role Model. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan  presentasi para pemakalah yang masing-masing dibagi menjadi tiga sub tema yang diangkat dalam simposium. Ketiga tema tersebut diantaranya adalah Development Communication, Rural Communication Development, dan Media and Information Technology. (RF)