Cegah Penularan Penyakit Hewan, FKH IPB Vaksinasi Hewan

Cegah Penularan Penyakit Hewan, FKH IPB Vaksinasi Hewan

Berita
Untuk mencegah penularan penyakit hewan ke manusia, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Pusat Kesehatan Hewan dan Ikan Wilayah Enam, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Kabupaten Bogor, Senin (11/11) melalukan vaksinasi hewan di desa lingkar kampus.
 
Sebanyak 210 ekor unggas di RT 02 RW 07 Desa Ciomas Ledeng, Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor divaksin Avian Influenza (AI). Vaksin yang digunakan adalah vaksin AI inaktif virus avian influenza H5N1 teremulsi minyak. Tiap ekor unggas diberi 0,3 mililiter vaksin. Vaksinansi juga dilakukan ke hewan penular rabies seperti kucing dan anjing. Sayang, kucing yang ditemui di sana banyak yang sedang hamil.
 
Dokter hewan FKH IPB, drh Elly mengatakan uncuk mencegah hal yang tidak diinginkan kucing hamil tidak divaksin. Sebab kucing hamil memerlukan pemeriksaan mendalam sebelum divaksin.
 
Kepala Kegiatan Pengabdian Veteriner IPB, drh Chaerul Basri M.Epid, mengatakan pengabdian veteriner IPB baru tahun ini dilakukan, mengingat seluruh wilayah Indonesia belum bebas flu burung.
 
Kabupaten Bogor sudah lama bebas rabies. Namun ini merupakan upaya pencegahan. Sebab, lajut Chaerul, beberapa bulan lalu sempat ada kasus warga kampus IPB digigit anjing dari luar kampus. ”Kabupaten Bogor masih harus waspada karena dikelilingi wilayah endemik rabies seperti Cianjur dan Sukabumi,” ujar Chaerul.
 
Selain vaksinasi, 59 mahaiswa co-assistant  (co-ass) dan sepuluh dosen FKH IPB juga memberi obat cacingan pada ternak, vaksin untuk New Castle Disease (ND), vitamin, dan disinfeksi kandang unggas. Mereka dibagi ke dalam lima kelompok di lima kecamatan di Kabupaten Bogor yakni Tenjo Laya, Dramaga, Ciomas, Taman Sari, dan Ciampea. Ini merupakan kegiatan lanjutan setelah Sabtu (9/11) dilakukan penyuluhan kepada warga.
 
FKH IPB juga melakukan kegiatan pengabdian lain dalam bentuk pengurusan hewan kurban. Pelaksana Puskeswankan Wilayah Enam Dinas Peternakan dan Perikanan,  Kabupaten Bogor, Teni Dwi Noviani, mengatakan masih ada kasus flu burung di Bogor. Walau hanya satu dua. Unggas di wilayah Bogor lebih sering terkena tetelo dan ND. Disnakkan sendiri tidak menargetkan jumlah hewan yang akan divaksin.
 
Ia mengatakan program vaksinasi rabies sudah berjalan bulan lalu. Kegiatan vaksinasi juga merupakan kegiatan rutin Disnakkan Kabupaten Bogor.
 
Edukasi dan sosialisasi ke masyarakat bahwa rabies juga menyerang kera, monyet, anjing dan kucing juga terus dilakukan. Ini menjadi salah satu alasan kenapa topeng monyet tidak diizinkan di Jakarta. ”Antisipasi atas pindahan topeng monyet dari Jakarta juga Kami pikirkan. Sweeping  topeng monyet bisa saja dilakukan asal ada kerjasama dengan RT RW,” jelas Teni.(***)