Diversifikasi Pangan Menurut Islam

Diversifikasi Pangan Menurut Islam

Berita
Jangan salah persepsi terhadap pangan. Berdasarkan sumberdaya alam, pangan itu ada dua macam, yaitu pangan nabati dan hewani. Pangan nabati contohnya diantaranya: gandum, beras, jagung, kedelai, singkong, ubi jalar, sagu dan lain-lain. Sementara hewani contohnya diantaranya: ikan, ayam, sapi, kambing, telur dan lain-lain. Begitu papar Narasumber yang juga Menteri Pertanian periode 2004-2009, Dr.Ir.Anton Apriyantono, dalam Seminar dalam rangka Hari Pangan Sedunia dengan tema ‘Diversifikasi Pangan dalam Perspektif Islam’, Sabtu (19/10) di Auditorium Gizi, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga, Bogor.
 
“Pangan itu tidak melulu beras. Masih ada pangan lain selain beras,” ujar Dr.Anton dalam paparannya. Terkait dengan diversifikasi pangan menurut Islam, Dr Anton menjelaskan empat poin yaitu: Pertama, Islam menganjurkan diversifikasi pangan dengan mengkonsumsi makanan yang baik dan halal. Maksudnya, makanan yang memiliki gizi seimbang dan beragam. Kedua, hasil usaha tangan sendiri. Dr.Anton berpendapat hal ini harus merupakan produk dalam negeri. Ketiga, pekerjaan bertani itu mulia dalam Islam. Keempat, pemilik lahan harus menanami lahannya dan tidak membiarkannya terlantar lebih dari tiga tahun. “Jika ini semua diterapkan, Insya Allah tidak akan ada perselisihan tentang pangan dan juga kelaparan,” ujarnya. Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana IPB ini juga menggelar pameran bahan pangan alternatif.(man)