Alumni IPB Harus Mempunyai Lima Nilai

Alumni IPB Harus Mempunyai Lima Nilai

Berita
Di mana pun  Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) meniti karir, hendaknya mempunyai lima nilai. “Agar bisa bersaing di dunia kerja, Alumni IPB harus mempunyai lima nilai unggul,” himbau Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof.Dr.Ir.Anas Miftah Fauzi dalam acara Studium Generale Pra Wisuda, Selasa (20/8) di Auditorium Thoyyib Hadiwijaya, Kampus IPB Darmaga.
 
Kelima nilai tersebut antara lain: Pertama, tanggung jawab. Hendaknya  kita harus berani bertanggung jawab terhadap ide yang dilontarkan. Kedua, integritas, termasuk di dalamnya adalah kejujuran. Kita harus bersikap jujur di mana pun berada. Ketiga, respect  to others (simpati, empati, menghormati orang lain termasuk rekan kerja, atasan dan bawahan). Keempat, unggul. Agar unggul kita perlu senantiasa meningkatkan skill. Kelima, inklusif. Berbeda dengan eksklusif, inklusif adalah bagaimana kita mengajak orang lain agar kita maju.
 
Prof.Anas mengatakan  pada tahun 2015 Indonesia menghadapi tantangan pemberlakuan Asian Free Trade, dimana di dalamnya terdapat free flow low labour atau aliran tenaga kerja (buruh). “Bila kita tidak mempunyai daya saing tinggi, bisa jadi lulusan diploma negara Asia akan membanjiri bursa kerja Indonesia.  Selain free flow low labour juga ada di dalamnya free flow low capital (aliran modal kecil) yang juga bisa menjadi ancaman tersendiri bagi wirausahawan di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bila kita tidak kreatif dan inovatif maka UMKM lokal akan tergusur oleh UMKM asal negara Asia lain,” ungkap Prof.Anas.
 
Menurut, Prof.Anas, selama ini Indonesia mengalami middle trap country yakni tidak bisa langsung loncat menjadi negara maju karena adanya hambatan berbagai faktor. Berbeda dengan Korea Selatan yang bisa langsung meloncat dari negara yang banyak UMKM-nya kemudian menjadi negara maju karena inovatif dan kreatif. “Untuk bisa seperti Korea Selatan kita harus kreatif dan inovatif dalam bidang manajemen dan pengembangan produk. Disamping itu, kinerja kita harus unggul dan adaptif.”
Wakil Direktur Program Diploma IPB, Dr.Ir.Suwarno, MS dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya diselenggarakannya kegiatan Studium Generale Pra Wisuda ini. “Tak terasa  sudah tiga tahun  hadirin menimba ilmu di Diploma IPB.  Berbagai ilmu yang telah diperolah. Kalian juga dibekali pengetahuan kewirausahaan. Setelah lulus Diploma,  hidup tidaklah terlalu mudah. Dulu kala kalian masih status mahasiswa diterima dengan baik di perusahaan namun setelah lulus, perusahaan bilang tidak ada lowongan,” tutur Dr.Suwarno.
 
Lanjutnya,selama krisis ekonomi, lapangan kerja yang masih terbuka adalah bidang agribisnis. “Saya berharap kalian membuka wirausaha di bidang tersebut. Hal ini sesuai visi misi IPB, alumni IPB mempunyai karakter kepemimpinan dan jiwa wirausaha. Kelebihannya sebagai wirausahawan selain kalian mendapat pendapatan bagi diri sendiri, juga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Kami Direktorat Program Diploma dan DPKHA IPB masih belum yakin dengan bekal yang kalian peroleh, oleh karena itu hari ini kami menyelenggarakan studium generale sebagai bekal usai kalian lulus,” tandasnya.
 
Hal senada disampaikan Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni, Institut Pertanian Bogor (DPKHA-IPB), Dr.Ir.Syarifah Iis Aisyah. Kegiatan Studium Generale ini digelar sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian IPB kepada alumni barunya. “Kami ingin memberikan bekal bagi adik-adik dan memfasilitasi adik-adik yang ingin mencari pekerjaan baru,” ujarnya. Studium generale ini juga menghadirkan pembicara diantaranya Fathan Kamil, Direktur PT.Transamudra Usaha Sejahtera, M.Wildan (Mahasiswa Wirausaha), dan motivator, Aris Ahmad Jaya  dari AbCo Suggesti Motivando. (ris)