Ongkos Distribusi Tinggi, Infrastruktur Harus Mendukung

Ongkos Distribusi Tinggi, Infrastruktur Harus Mendukung

Berita
Para pengusaha mengeluhkan tingginya ongkos distribusi akibat dari kurang mendukungnya infrastruktur jalan, atau fasilitas lainnya, karena rusak atau tidak adanya akses. Persoalan ini diangkat dalam talkshow “Infrastruktur Pertanian” dalam pagelaran Agrinex Expo ke-7, 2013, Minggu 7/5, JCC, Jakarta.
 
“Biaya logistik industri makanan dan minuman bisa sampai 14%, biaya distribusi 30%. Meskipun kondisi seperti itu, kita sebagai pengusaha harus tetap berjalan, karena dunia industri itu sifatnya kontinue,” ujar salah satu pengusaha makanan dan minuman, Ahmad Faiz, di dalam talkshow tersebut. 
 
Hadir juga, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Achmad Hermanto Dardak, Sekretaris Pusat  Intercafe LPPM IPB, Dr.Nunung Nuryartono  dengan moderator Ketua Penyelenggara Agrinex 2013, Ir. Rifda Ammarina.
Padahal, menurut Hermanto pada tahun 2012 industri makanan mengalami peningkatan sekitar 7,7 %.  Bukan hanya fasilitas jalan raya saja yang kurang mendukung terhadap pergerakan ekonomi, ternyata fasilitas irigasi pun masih jauh dari yang diharapkan.
 
Dr. Nunung memberikan data bahwa sekitar 50% kerusakan jaringan irigasi di Indonesia berada di wilayah kabupaten. Sementara untuk Pulau Jawa saja kerusakan irigasi mencapai angka 20 %.  “Persoalan ini harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah,” ujar Nunung.
Terkait dengan pesoalan tersebut Hermanto Dardak mengakui bahwa pembangunan fasilitas tersebut, masih terbentur persoalan kewenangan. Meskipun menurutnya, pembagian tugas sudah dilakukan.  “Seharusnya pemerintah daerah juga ikut mendukung bagi penyediaan fasilitas di wilayahnya, karena kita sudah berbagi kewenangan tugas tersebut,”ujarnya.
 
Hermanto Dardak mengatakan, dalam rangka mendukung penyediaan fasilitas, pemerintah juga sudah melakukan beberapa cara. Misalnya dengan memberikan dana sekitar Rp 300 juta lebih kepada setiap desa setiap tahun untuk 5000 desa yang tersebar di Indonesia.  “Dengan dana itu masyarakat boleh membangun jalan, jembatan, dan juga beberapa fasiltas pasar,” katanya.
 
Untuk akses jalan dalam rangka memperlancar kegiatan perekonomian, di beberapa kota terpilih pemerintah telah membangun jalan-jalan lingkar dengan harapan dapat memperlancar kendaraan pengangkut barang  di dalam mendistribusikan barangnya dari hulu menuju pasar.  Di dalam rangka mendukung irigasi, pemerintah juga sedang membangun beberapa waduk diantaranya waduk yang berada di Banten dan NTB. (man)