Sang Penggagas Berdirinya Program Studi Agrometeorologi FMIPA IPB
Di awal tahun 1970-an Bagian Klimatologi, Departmen Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Pertanian IPB sangat beruntung memiliki seorang tenaga sukarela yang bekerja penuh-waktu. Beliau adalah Mrs Ruth Chambers, MSc, seorang Geografer lulusan Universitas Southampton, UK. Tanggal 26 Oktober 2012 yang baru berlalu, kita dikejutkan oleh berita duka dari Oxford. Dr John Chambers, suaminya mengabarkan bahwa Ibu Chambers telah dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa dengan tenang dan damai pada malam hari sebelumnya pukul 11 malam waktu setempat.
Perjalanan akademik Ibu Chambers bersama IPB khususnya dan di Indonesia pada umumnya hingga tahun 1985 tidak dapat dipisahkan dari kehadiran dan berkembangnya pendidikan tinggi di bidang Klimatologi Pertanian. Atas prakarsa dan dorongan beliau untuk pertama kalinya di Indonesia dikenal Program Studi Agroklimatologi di Sekolah Pascasarja. Kemudian diikuti dengan Program Sarjana di bidang Agrometeorologi di IPB yangmenjadi cikal bakal Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.
Atas dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris melalui BritAID/Colombo Plan beliau menggalang kerjasama pendidikan dan penelitian di bidang Agroklimatologi. Diawali dengan program pertukaran staf pengajar Universitas dari Inggris (Nottingham dan Reading) dan dari Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan pengadaan perpustakaan dan peralatan, pengembangan kurikulum pendidikan Magister Sains dan penelitian. Agroklimatologi berkembang sangat pesat di awal 1980-an. Belasan Magister Sains di bidang ini mulai dihasilkan dan kembali mengajar dan meneliti di instansi induknya. Bahkan sebagian berkesempatan melanjutkan program Doktoral di Inggris.
Di bidang ini pula IPB telah menjangkau dan mengembangkan sayap di berbagai Universitas di Indonesia serta menggalang kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah seperti Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, Departemen PU, Departemen Perhubungan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Besama beberapa staf senior IPB dan Badan Meteorologi dan Geofisika, BMG (kini BMKG), Ibu Chambers menggagas pentingnya membangun masyarakat ilmiah yang yang lebih luas. Tahun 1979 dibentuklah Himpinan Meteorologi Pertanian Indonesia (HIMPI), yang sekarang dikenal sebagai PERHIMPI.
Ibu dan Bapak Chambers (pada waktu itu Dosen Geomorfologi, Departmen Ilmu Tanah dan Pengajar Agama Kristen di IPB) dikaruniai dua orang anak, Paul dan Mary Chambers (lahir di Bogor). Keduanya adalah Doktor lulusan Oxford dan Cambridge University dan masing-masing telah memberikan 3 orang cucu.
Berpulangnya Ibu Chambers meninggalkan kenangan yang dalam bagi IPB dan kontribusi yang sangat penting masyarakat ilmiah Indonesia baik yang mengenal maupun yang tidak mengenal beliau. Sumbangsihnya dalam bidang Agroklimatologi yang unik (demikian istilah yang beliau pakai ketika untuk pertama kalinya brosur Pascasajana beliau susun dan saya terjemahkan) perlu kita pelihara dan kembangkan sesuai dengan tantangan zaman. Selamat Jalan Ibu Chambers. (Daniel Murdiyarso)
