Apa Kabar Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Indonesia
Apa Kabar Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Indonesia:
FORMULASI KOMERSIAL PESTISIDA MENINGKAT 1400%…!
“Pada saat swasembada beras di tahun 1984 dulu, jumlah formulasi komersial pestisida hanya 200-an merek. Saa tini, ada 2877 merek formulasi yang terdaftar, atau meningkat 14 kali lipatnya”, demikian diungkapkan Ir. Erma Budiyarto, MS, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi usaha menyebarluaskan PHT kepada petani, di tengah semakin kompleksnya permasalahan hama sebagai dampak perubahan iklim global dan masuknya produk/benih tanaman yang semakin deras. “Itupun sudah semakin diperketat perizinannya,“ tambah Prof. Dr. Ir. Dadang, MAgr., pakar pestisida IPB yang juga menjabat ketua teknis Komisi Pestisida Kementerian Pertanian RI.
Itulah salah satu fakta yang terungkap dalam seminar nasional yang menjadi penutup rangkaian kegiatan National Plant Protection Event (NPV) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (HIMASITA), FakultasPertanian, IPB. Mengambil tema “Apa Kabar PHT Indonesia”, seminar tersebut juga dihadiri sejumlah pakar dan praktisi PHT sebagai pembicara, antara lain Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, MSc. (Departemen Proteksi Tanaman IPB), Dr. Ir. Budi Tjahjono, MAgr. (PT Riau Andalan Pulp & Paper), Ir. Undang Kosasih (PTPN 8), Ir. Widyastama Cahyana (Yayasan FIELD Indonesia), dan Ir. Wahono (Yayasan NASTARI, Bogor). Sejumlah pertanyaan dan komentar kritis juga terlontar dari peserta seminar yang rata-rata mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti UNPAD,UGM, UNIBRAW, Universitas Tadulako, UNS, UPN Yogyakarta, dan UNNAS.
Menurut Ketua panitia NPV, Kevin Bramantyo dan Ketua HIMASITA, IPB Auzan Baiquni, rangkaian acara ini merupakan program tahunan. Selain seminar nasional, sebelumnya peserta NPV juga mengikuti quick training pertanian organik, biologi molekuler, dan preservasi serangga. Selanjutnya juga ada diskusi pencerahan kedaulatan pangan bekerjasama dengan KRKP (Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan), kunjungan lapangan ke ICDF dan lahan seputar kampus, serta sejumlah lomba seperti fotografi serangga dan tulisan popular seputar PHT. Tak hanya mahasiswa, rangkaian acara NPV ternyata juga diminati kalangan swasta maupun instansi pemerintah, seperti PT Petrokimia Kayaku dan Balai Karantina Pertanian Indonesia. (DS)
