Pentingnya Pendidikan Keluarga Tangguh

Pentingnya Pendidikan Keluarga Tangguh

Berita

Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat. Bila baik sebuah keluarga, maka baiklah lingkungan di sekitarnya. “Walaupun ada hubungan timbal balik antara keluarga dengan lingkungannya. Seharusnya keluarga bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya, begitu pun sebaliknya. Sayangnya saat ini lingkungan ini memiliki arus yang lebih kuat untuk mempengaruhi keluarga,” ujar Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Ir. Euis Sunarti, Rabu (4/7) dalam siaran “Aspirasi Merah Putih” yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI) bekerjasama dengan IPB.  Aspirasi Merah Putih  yang mengangkat tema “Peran IPB Membangun Keluarga Tangguh” ini bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga yang jatuh pada tanggal 29 Juni.

Pada era global saat ini, perkembangan teknologi dan informasi berkembang pesat. Hampir penyebaran informasi tidak dapat dicegah masuk ke ruang-ruang pribadi dalam keluarga. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap keutuhan dalam keluarga. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memperhatikan pentingnya memiliki keluarga yang tangguh. “Keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam pembagunan SDM. Kalau kita berbicara mengenai bagaimana karakter bangsa, itu sebetulnya dilahirkan di keluarga karena fondasi kepribadian karakter-karakter baik berada di tahun-tahun awal di masa emas (balita) dimana peran keluarga jauh lebih besar dibandingkan agen-agen pendidikan lainnya. Oleh karena itu harus memiliki ketangguhan supaya peran-peran penting itu bisa di laksanakan,” tambah Dr. Euis.

Dr.  Euis  mengungkapkan ciri keluarga tangguh secara sederhana. “Pertama, keluarga itu dikatakan tanggguh ketika mampu menjalankan fungsi, peran dan tugasnya. Kedua, kemampuan keluarga mengola sumberdaya dalam menghadapi masalah untuk mencapai tujuan. Ketiga, keluarga memiliki kemampuan menyiapkan sesuatu(siaga).” Lebih lanjut, Dr.Euis mengatakan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) merupakan departemen satu-satunya yang konsen pada kajian keluarga.

Abdul Rachmat Saleh, Direktur Lembaga Analisis, Studi, dan Kajian Publik (Lanskip) mengutarakan kekhawatirannya terhadap  keretakan  keluarga tangguh. “ BKKBN menyatakan bahwa keretakan dari keluarga tangguh sudah mulai tampak. Tampak tersebut berbagai persoalan yang menerpa masyarakat kita baik dari berbagai faktor, baik pendidikan, ekonomi, lingkungan dan sebagainya,” ujar Abdul.

Berbagai masalah di lapangan juga dipaparkan oleh Abdul.“Beberapa bulan kemarin disinyalir jumlah perceraian begitu tinggi di kota dan kabupaten Bogor serta kota-kota lainnya, karena beberapa faktor. Salah satunya ekonomi, perselingkuhan, dan faktor pihak ketiga. Hal tersebut yang dapat menimbulkan kegoncangan dan keretakan yang terjadi di masyarakat. Salah satu solusinya adanya keterbukaan antara orang tua, anak dan lingkungan. Hal tersebut tergantung keluarga itu sendiri,”papar Abdul. (RF)