Reklamasi Tambang Tidak Sekedar Hijau

Reklamasi Tambang Tidak Sekedar Hijau

Berita

Reklamasi tambang tidak hanya sekedar hijau namun harus memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat kepada berbagai stakeholder di lingkungan bekas tambang tersebut.  Begitu dipaparkan oleh Ketua Umum Forum Rehabilitasi Hutan pada Lahan Bekas Tambang, Jeffrey Muliono, pada kegiatan Seminar Nasional dan Pelatihan “Problematika dan Model Reklamasi Tambang Berbasis Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan”, Kampus IPB Dramaga Bogor, (21-23/6).

“Usaha pertambangan memiliki peranan yang sangat penting untuk mendukung perekonomian nasional, serta dapat memberikan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat,” ujarnya.  Maka dari itu menurutnya pertambangan harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan diawasi oleh orang yang ahli lingkungan yang menyangkut pertambangan. Hal ini dilakukan agar lingkungan juga bisa dinikmati oleh anak cucu di masa mendatang,” ujarnya.

Hal senada juga dipaparkan oleh dosen Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB, Dr.Ir. Irdika Mansur, M.For. Sc. Ia mengatakan, tanpa penanganan yang baik, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh negara  untuk mengembalikan fungsi ekologi, sosial dan ekonomi lahan bekas tambang dapat melebihi keuntungan yang diperoleh dari penjualan bahan galiannya.

“Kegiatan reklamasi lahan bekas tambang di Indonesia terus mengalami penyempurnaan, mulai dari reklamasi yang minimum sekedar hijau, menuju hijau, memperhatikan kearifan lokal, keanekaragaman, dan produktif,” ujar Dr. Irdika.
Menurutnya, dengan teknologi yang tersedia saat ini, reklamasi lahan bekas tambang telah mengarah ke perbaikan produktivitas hutan-hutan yang terdegradasi dan juga dikembangkan untuk usaha-usaha budidaya lainya, seperti perikanan, peternakan, dan pertanian.

Dr. Irdika mengatakan, beberapa contoh lahan bekas tambang yang telah berhasil dikelola untuk pertanian, diantaranya budidaya karet (PT Firman Ketaun dan PT Karya Utama Tambang Jaya), kelapa sawit (PT Adaro Indonesia), kakao dan buah-buahan ((PT Berau Coal) dan sebagainya.

Kegiatan yang digelar oleh Forum Mahasiswa Pascasarjana (Forum Wacana) IPB ini dibuka oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc dan menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof.Dr.Ir. Yonny Kusmaryono, Bambang Sasigit (Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara), Marjuki Iswandi (Forum Rektor Indonesia),  dan Ketua Umum Forum Wacana, Muhammad Yusuf. (man)