Memanfaatkan Generasi Emas Untuk Ketahanan Keluarga

Memanfaatkan Generasi Emas Untuk Ketahanan Keluarga

Berita

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia memiliki potensi yang besar dalam hal sumberdya manusia. Terlebih lagi, Indonesia tengah mengalami apa yang disebut dengan "bonus demografi" di tahun 2010-2035. Bonus demografi adalah adalah istilah kependudukan untuk menggambarkan tersedianya jumlah angkatan kerja atau penduduk produktif sangat tinggi (usia 15-64 tahun) di satu negara.
 
“Tingkat kelahiran di Indonesia stagnan sejak 2002 hingga 2007  yakni di angka 2,6. Kondisi ini yang menyebabkan adanya potensi bonus demografi di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2030-an. Namun, kalau angka kelahiran turun, bonus demografi itu kemungkinan mundur waktunya,” ungkap Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr.Sudibyo Alimoeso, MA dalam acara Seminar Hari Keluarga bertajuk "Memanfaatkan Generasi Emas untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga", Sabtu (2/6) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga. Kegiatan ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB.

Dr.Sudibyo mengatakan ’bonus demografi’ yang akan dialami Indonesia bisa menjadi peluang positif, sepanjang kebijakan-kebijakan yang bagus terus dipertahankan. ”Jika konsisten dan tetap mempertahankan kebijakan-kebijakan yang baik, bonus demografi bisa menjadi peluang, bukan ancaman,” ujar  Dr. Sudibyo. Saat ini jumlah penduduk Indonesia produktif mencapai 120 juta orang dari seluruh penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, penduduk yang bekerja banyak sekali. Tingkat pengangguran diharapkan terus menurun, dan diharapkan mencapai titik ideal di bawah tujuh persen. Dr.Sudibyo menambahkan BKKBN juga berupaya meningkatkan dan mendorong terciptanya keluarga berkualitas. Dia berharap ‘bonus demografi’ ini bisa menjadi landasan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia.

Pakar Ketahanan Keluarga IPB, Dr.Euis Sunarti menyampaikan hasil kajian akademis terkait  upaya peningkatkan ketahanan keluarga. “Kita melakukan survei kecil-kecilan tentang makna keluarga dari para hadirin. Dari survei terungkap bahwa semua responden menganggap keluarga mempunyai arti sangat penting dalam hidup. Hal ini akan menjadi modal sosial berharga dalam menjalani hidup,” kata Dr.Euis setelah membacakan hasil survei. (ris)